Bab 1: TRIO SURGAWI

Jawaban Atas Kalimat-Kalimat yang “Sulit”

Bab 1 dari Buku berjudul: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Diterjemahkan dengan ijin oleh Yolanda Kalalo-Lawton

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Yakobus 1:5

Tujuan utama dari tulisan ini bukan untuk menyanggah doktrin Trinitas tapi untuk mengartikan kalimat-kalimat dari Ellen White tentang ke-Allahan agar tidak ada yang berlawanan.  Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai buku yang lengkap tentang kalimat-kalimat yang ditanyakan di sini, bukan pula sebuah koleksi yang lengkap dari kalimat-kalimat Roh Nubuat.

Kejadian yang biasa terjadi sehubungan dengan topik ini cepat atau lambat ialah, seseorang akan membuka buku Evangelisasi (khususnya halaman 613-617) dan dengan penuh kemenangan menyatakan bahwa kutipan-kutipan tersebut adalah pembela kuat dari doktrin Trinitas. Sangat disayangkan banyak orang lupa akan prinsip-prinsip dasar pengertian dari Kesaksian Roh Nubuat.  Sester White mengatakan, “Kesaksian-kesaksian itu sendiri akan menjadi kunci untuk menerangkan nasihat yang diberikan, seperti Kitab Suci menerangkan Kitab Suci.”  “Mengenai tulisan kesaksian, tak ada yang diabaikan; tak ada yang dibuang; tapi waktu dan tempat haruslah dipertimbangkan.” (E.G. White, Selected Messages Book 1, Hal. 42,57)

Kita akan menggunakan peraturan ini dalam penelitian kutipan-kutipan yang dipertanyakan.

Trio Surgawi

Kalimat yang tampak bermasalah: “Bapa adalah seluruh kepenuhan dari ke-Allahan secara badani, dan tidak terlihat oleh mata manusia.  

Anak adalah seluruh kepenuhan dari ke-Allahan yang diwujudkan. Firman Allah menyatakan bahwa Dia adalah “bentuk wujud dari Pribadi-Nya.” “Allah mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Anak lahir-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya pada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal.” Di sini ditunjukkan kepribadian dari Bapa.

Penolong yang dijanjikan Kristus untuk dikirim setelah Dia naik ke surga, adalah Roh dalam seluruh kepenuhan dari ke-Allahan, mewujudkan kuasa karunia Ilahi kepada semua yang menerima dan percaya dalam Kristus sebagai seorang Juruselamat pribadi.  Ada tiga Pribadi yang hidup dari trio surgawi; dalam nama tiga kuasa besar ini – Bapa, Anak, dan Roh Kudus—mereka yang menerima Kristus melalui iman yang hidup dibaptiskan, dan kuasa-kuasa ini akan bekerja sama dengan pelaku-pelaku taat surga dalam usaha mereka untuk menghidupkan kehidupan baru dalam Kristus.” Special Testimonies, Seri B, No. 7, Hal. 62,63, 1905 (Evangelism, Hal. 614,615)

Jawaban Singkat: “Trio” surgawi itu adalah: Allah Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus, dan Roh Kudus mereka (bukan trio allah-allah!). Ada satu Allah dan satu Tuhan dan satu Roh (Roh Kristus), bukan suatu trio dari makhluk-makhluk Ilahi yang sama kekal (lihat Roma 8:9-11).

Jawaban Terperinci: Bapa adalah segala kepenuhan dari ke-Allahan secara badani. Dia tidak terlihat oleh kita manusia.  Satu-satunya cara kita dapat melihat Allah (Ke-Allahan-Nya) adalah jika Dia dinyatakan/diwujudkan. Kristus mewarisi ke-Allahan (ke-Ilahian) dari Bapa-Nya dan dengan demikian adalah “segala kepenuhan dari ke-Allahan yang diwujudkan” Segala kepenuhan yang diam di dalam Anak Allah adalah hak kelahiran dan warisan-Nya (Ibrani 1:4).  Kepenuhan Ilahi diam dalam Kristus karena hal ini menyenangkan Bapa (Kolose 2:9; 1:19). Melalui kelahiran Ilahi, Kristus memiliki kemuliaan Bapa-Nya (Ibrani 1:3; Yohanes 1:14; 2 Korintus 4:6).

Dalam Kristus terkumpul seluruh kemuliaan Bapa. Dalam Dia terdapat seluruh kepenuhan dari ke-Allahan secara badani. Kristus adalah kemulian Bapa yang paling terang, dan bentuk wujud dari Pribadi Bapa. Sifat kemuliaan Allah dinyatakan dalam karakter Kristus.” (E.G. White, SDA Bible Commenary, Vol. 7, Hal. 907)

Kasih Allah, diwujudkan kepada manusia berdosa di dalam pemberian Anak-Nya yang kekasih, hal ini mengagumkan para mailaikat suci. “Allah mengasihi dunia ini sehingga Dia mengaruniakan Anak lahir-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya pada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal.” Anak adalah kemuliaan Bapa yang paling terang, dan bentuk wujud dari Pribadi Bapa. Kristus memiliki kemuliaan dan keagungan. Dia sama derajat dengan Allah. Adalah kesenangan Bapa bahwa dalam Kristus harus diam seluruh kepenuhan itu.” (E.G. White, The Spirit of Prophecy Vol. 2, Hal 38)

Tapi, bagaimana dengan Roh? Dari Alkitab kita mempelajari sebuah definisi penting:

Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?” Yesaya 40:13

Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” Roma 11:34

“Kamu memiliki Alkitab. Belajarlah untuk dirimu sendiri. Ajaran-ajaran dari pentunjuk Ilahi tidak untuk diabaikan atau disalahgunakan. Pikiran Ilahi akan menuntun siapa saja yang rindu untuk dituntun.” (E.G. White, This Day with God, Hal. 188)

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…” Yohanes 16:13

Pikiran Ilahi yang sama yang sedang bekerja dalam hal-hal di alam sedang berbicara di hati manusia dan menimbulkan keinginan tak terkatakan pada sesuatu yang tidak mereka miliki. Hal-hal duniawi tidak akan memuaskan kerinduan mereka. Roh Allah sedang memohon agar mereka hanya mencari hal-hal yang dapat memberikan damai dan ketenangan – yaitu karunia Kristus, sukacita akan kesucian.  Melalui pengaruh yang terlihat dan tidak terlihat, Juruselamat kita terus menerus bekerja menarik pikiran-pikiran manusia dari kesenangan dosa yang tak memuaskan kepada berkat-berkat yang tak terukur yang dapat mereka miliki di dalam Dia” (E.G. White, Steps to Christ, Hal. 28)

“Karakter adalah pengaruh. Pekerjaan Kristus adalah untuk menarik pikiran-pikiran (kita) ke dalam pikiran penuh belas kasih seperti pikiran Ilahi Kristus Sendiri.” E.G. White, Review and Herald, 29 September 1891, par. 14)

“Manusia yang jatuh, dalam sebuah sudut pandang, tidak dapat menjadi sahabat-sahabat bagi Kristus, karena mereka tidak dapat turut berbelas kasih dengan hakikat Ilahi-Nya, dan mempertahankan keintiman dengan Juruselamat dunia. (E.G. White, The Signs of the Times, 11 Desember 1879, par. 3)

Sekarang, kita telah diberikan keterangan yang jelas tentang “Sifat/hakikat Ilahi-Nya”

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Di sini Kristus tidak mengacu pada doktrin-Nya tapi pada Pribadi-Nya, ke-Ilahian dari karakter-Nya.” (E.G. White, Review and Herald, April 5, 1906, par. 2)

Jadi ketika Kristus berbicara tentang Roh, Dia sebetulnya mengacu “pada Pribadi-Nya, yaitu ke-Ilahian dari karakter-Nya!”  Kita telah melihat sebelumnya bahwa ini disebut juga “pikiran Ilahi-Nya” dan “hakikat Ilahi-Nya.” Sebenarnya, sangat gampang mengharmoniskan Kesaksian Roh Nubuat bila kita membiarkan Kesaksian-Kesaksian tersebut menjadi kunci jawabannya sendiri.

Karena Yesus adalah Anak lahir Allah yang tunggal, Dia mewarisi roh yang sama, pikiran yang sama dan karakter Ilahi (hakikat) yang sama dari Bapa-Nya. Keduanya berbagi satu Roh (Roma 8:9); Roh ini adalah pikiran dari Allah dan Kristus.

Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Ini adalah bahasa penutupan. Siapa yang akan tahan uji? Firman Allah bagi kita adalah foto kopi dari pikiran Allah dan Kristus, juga (sebelum) manusia jatuh, dan manusia diperbarui sesuai gambar Kristus, memiliki pikiran Ilahi.” (E.G. White, Review and Herald, June 22, 1886 par. 4)

Berbicara tentang pikiran Allah, atau maksud Allah, kita membaca keterangan yang begitu baik sebagai berikut:

“Dengan datang tinggal bersama kita, Yesus mengungkapkan Allah kepada keduanya yaitu umat manusia dan malaikat-malaikat. Dia adalah Firman Allah, --pikiran Allah yang menjadi terdengar.” (E.G. White, The Desire of Ages, Hal. 19)

“Siapakah Kristus? – Dia adalah Anak tunggal yang lahir dari Allah yang hidup. Dia bagi  Bapa adalah firman yang mengutarakan pikiran, -- sebagai buah pikiran yang menjadi terdengar.  Kristus adalah Firman Allah.” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 28 Juni, 1894 par. 9)

Setelah menetapkan kebenaran ini, marilah kita sekarang membaca dan melihat apa yang Ny. White katakan selanjutnya (sebagai konteks tambahan):

Penolong yang dijanjikan Kristus untuk dikirim sesudah Dia naik ke surga, adalah Roh dalam segala kepenuhan ke-Allahan, mewujudkan kuasa karunia Ilahi kepada semua yang menerima dan percaya pada Kristus sebagai Juruselamat pribadi.  Ada tiga Pribadi yang hidup dari trio surgawi. Di dalam nama tiga kuasa ini, -- Bapa, Anak, dan Roh Kudus, mereka yang menerima Kristus melalui iman yang hidup dibaptiskan, dan kuasa-kuasa ini akan bekerja sama dengan pelaku-pelaku taat surga dalam usaha mereka untuk menghidupkan kehidupan baru dalam Kristus.  … Dia yang terus-menerus memiliki iman di dalam Bapa dan Anak, memiliki Roh itu juga. Roh Kudus adalah penghiburnya, dan dia tidak akan pernah menyimpang dari kebenaran.” (E.G. White, Bible Training School, 1 Maret 1906)

Penolong itu diberikan kepada kita “dalam segala kepenuhan dari ke-Allahan”. Kepenuhan ini, sesuai yang telah kita pelajari, adalah ke-Allahan dan ke-Ilahian (pikiran Ilahi) dari Bapa, yang diwarisi oleh Anak dan dinyatakan pada kita dengan mengirimkan Roh-Nya yang Dia (Kristus) warisi dari Bapa.  Karena Roh itu adalah kehidupan dan jiwa dari Kristus (Yohanes 10:15, 17; Lukas 23:46).  Ketika Dia memberikannya kepada kita, kita mengambil bagian dalam kepenuhannya.

Bapa memberikan Roh-Nya tanpa ukuran kepada Anak-Nya dan kita juga dapat mengambil bagian dalam kepenuhannya.” (E.G. White, The Great Controversy, Hal. 477)

Aliran kemuliaan/hidup dari Bapa kepada Anak datang kepada kita melalui saluran dari Roh (bukan melalui makhluk allah ketiga), sebab itu Ny. White berkata bahwa kita harus memiliki iman dalam dua Makhluk, bukan tiga. “Dia yang terus-menerus beriman dalam Bapa dan Anak memiliki Roh itu juga”. Melalui iman kita percaya pada Bapa dan Anak. Mereka (bukan pribadi lain) akan tinggal dengan kita melalui kehadiran pribadi mereka sendiri, yaitu Roh Kudus mereka.

“Melalui Roh itu Bapa dan Anak akan datang dan menjadikan kita tempat kediaman mereka.” (E.G. White, Bible Echo, 15 Januari 1893 par. 8)

Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Yohanes 14:23

“Seorang berdosa kemudian berdiri di hadapan Allah sebagai pribadi yang benar; dia dibawa ke dalam naungan surga, dan melalui Roh memiliki hubungan persahabatan dengan Bapa dan Anak.” (E.G. White, Selected Messages, Buku 3, Hal. 191)

Inilah arti sebenarnya dari kalimat di atas apabila kita membiarkan Kesaksian Roh Nubuat menerangkan Kesaksiannya sendiri.

Tapi, bagaimana dengan ungkapan “ada tiga pribadi yang hidup dari trio surgawi’? 

Kita harus bertanya pada diri kita sendiri: Apakah waktu dan tempat (dan situasi) dibalik Kesaksian di atas? Menurut konteksnya (tertanggal November 1905 dan ditulis di Special Testimonies Seri B#7, Hal. 60-64) kita dapati bahwa tulisan ini berhubungan dengan isu dari Dr Kellogg dan ajaran yang dia promosikan.  Contohnya:

“Surat-surat berdatangan pada saya dengan kalimat-kalimat yang dituliskan oleh orang-orang yang mengaku telah menanyakan Dr. Kellogg jika dia percaya pada kesaksian-kesaksian yang disaksikan oleh Sester White. Dia menyatakan bahwa dia percaya, tetapi dia (sebenarnya) tidak percaya.” (Sumber yang Sama, Hal. 60)

“Pelayan-pelayan Allah sedang ditarik dan ditipu oleh ilmu pengetahuan.” (Sumber yang sama, Hal. 61)

“Saya menyesal bahwa orang-orang bijaksana tidak mengerti jejak ular itu. Saya mengatakannya demikian; karena Tuhan mengucapkannya demikian.” (Sumber yang sama, Hal. 61)

Dalam kata-kata yang jelas dan tidak dapat disalah mengerti, Sester White mengatakan bahwa Kellogg telah bergabung dengan pasukan Setan.

“Allah tidak menerima Dr. Kellogg sebagai pekerja-Nya kecuali dia berpisah dari Setan sekarang.” (Sumber yang sama, Hal. 64)

Ny. White mengacu pada doktrin yang Kellogg ajarkan sebagai “ide ilmiah yang lebih maju.” Ny. Whtie mengatakan hal ini segera setelah mengutip ayat Alkitab tentang “kedalaman Setan” (lihat Wahyu 2:24).  Apakah yang diajarkan Kellogg yang menyebabkan Ny. White menggunakan bahasa yang tajam? Doktrin apakah yang Kellogg coba ajarkan yang berasal dari Setan?

Sementara kebanyakan umat Advent mengetahui ajaran panteistik Dr. Kellogg, banyak yang tidak mengetahui ajaran Trinitas dari Dr. Kellogg (lihat Lampiran I, sebagai referensi bukti).  Sester White saat itu sedang menyanggah doktrin Trinitas yang Kellogg percaya dan sedang dia promosikan, yaitu, Allah Bapa – Allah Anak – Allah Roh Kudus (Betul. Dr. Kellogg mengajarkan tiga makhluk allah yang sama abadi, sama derajat!). Dalam hal ini kita segera mengetahui bahwa kalimat Sester White tidak mungkin untuk menyanggah Trinitas dan menyokongnya pada saat bersamaan! Dalam konteks inilah kita harus membaca kalimat “trio surgawi” itu.  Ny. White akan bertentangan dengan dirinya sendiri jika dia menyalahkan doktrin dari Kellogg dan mengajarkan kesalahan yang sama! Oleh sebab itu, kalimat yang Ny. White tuliskan tidak dapat digunakan untuk mengajarkan Trinitas. Ny. White pasti punya maksud tertentu, dan maksud tersebut tidak seperti yang terlihat dari permukaannya saja. Kita tahu bahwa Ny. White dan Kellogg tidak mengajaran doktrin yang sama. Jadi, apa yang Ny. White maksudkan?

Kalimat ini perlu diletakkan dalam susunannya yang benar. Tulisan tangan asli dari Ny. White, dimana foto kopinya dapat anda lihat di sini, beliau merubah kata-kata tersebut dan dibaca: “Inilah tiga kepribadian yang hidup dari trio surgawi…”.

Jadi Ny. White tidak berkata “tiga pribadi yang hidup dari trio surgawi” tapi dia sebetulnya berkata “tiga kepribadian yang hidup dari trio surgawi”. Banyak orang mungkin condong berpikir bahwa tidak ada perbedaan di antara kedua kalimat tersebut. Tapi sang nabiah sendiri melihat perbedaannya oleh sebab itu dia memperbaikinya.  Ny. White tampak jelas berpikir bahwa perbedaan itu cukup meyakinkan sehingga beliau merubah kata tersebut, untuk menghindarkan salah pengertian (seperti kasus saat ini) bahwa beliau mengajarkan ajaran trinitas. Jika kedua kata-kata tersebut berarti sama dalam pikiran beliau, maka beliau tidak perlu merubahnya.

Dengan membiarkan Kesaksian menerangkan Kesaksian itu sendiri, inilah arti dari “trio surgawi” sesuai keterangan Sester White sendiri:

“Mereka memiliki satu Allah dan satu Juruselamat; dan satu Roh – Roh Kristus – akan membawa persatuan ke dalam peringkat mereka.” (E.G. White, Tersimonies Vol. 9, Hal. 189)

“Kristus mengatakan pada kita bahwa Roh Kudus adalah Penolong, dan Penolong itu adalah Roh Kudus, ‘Roh kebenaran, yang Bapa akan kirimkan dalam nama-Ku.” … ini mengacu kepada kehadiran dimana-mana (omnipresence) dari Roh Kristus, yang disebut Penolong.” (E.G. White, Manurscript Releases Vol. 14, Hal. 179).

“Terhalang oleh kemanusiaan, Kristus tidak dapat hadir di setiap tempat secara pribadi; oleh sebab itu adalah semata-mata untuk keuntungan mereka bahwa Dia harus meninggalkan mereka, pergi kepada Bapa-Nya, dan mengirimkan Roh Kudus sebagai penerus-Nya di bumi. Roh Kudus itu adalah Diri-Nya Sendiri terlepas dari kepribadian kemanusiaan dan bebas daripadanya.  Dia akan mewakili Diri-Nya Sendiri hadir di semua tempat melalui Roh Kudus, sebagai Yang Hadir Di Mana-Mana (Omnipresen).” (E.G. White, Manuscript Releases Vol. 14, Hal. 23)

Seperti yang jelas terlihat di atas, Roh itu adalah “Roh Kristus”; yang adalah  Omnipresens/kehadiran di mana-mana dari Kristus Sendiri dimana Dia (bukan seorang yang lain) mewakili Diri-Nya Sendiri “sebagai Omnipresen/Yang Hadir Di Mana-Mana”.  Seperti dalam semua tulisan Ny. White, beliau mempertahankan ajaran beliau bahwa hanyalah Allah Bapa dan Anak-Nya yang disebut Makhluk Ilahi (lihat Lampiran II “Berapa Banyak Makhluk Ilahi?”).

“Bapa adalah seluruh kepenuhan dari ke-Allahan”, “Anak adalah seluruh kepenuhan dari ke-Allahan” (Evangelism, Hal. 615). Inilah kepercayaan Ny. White yang konsisten dalam SEMUA tulisan-tulisan beliau.  Ini juga adalah kepercayaan dari seluruh denominasi waktu itu. Setelah memastikan iman terhadap dua Makhluk yang merupakan kepenuhan dari ke-Allahan, beliau melanjutkan “Penolong itu adalah Roh di dalam seluruh kepenuhan dari ke-Allahan” yang berarti bahwa Penolong itu memberikan pada kita kepenuhan ke-Allahan dari Bapa dan Putra. Sesuai keterangan beliau, Penolong itu “mengacu pada Omnipresence/kehadiran di mana-mana dari Roh Kristus, yang disebut “Penolong/Penghibur” yang beliau katakan sebagai Kristus Sendiri “terlepas dari kepribadian kemanusiaan”. Inilah yang dimaksudnya dengan “kepribadian” ketiga sesuai dengan definisi-definisi beliau sendiri; bukan makhluk ilahi lain yang terpisah. Tidak ada “makhluk ketiga” – tidak ada pribadi ilahi ketiga yang terpisah.  Ny. White meringkas dan menegaskan bahwa:

“Bapa dan Anak saja yang dimuliakan.” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 7 Juli, 1898 par. 2)

Roh Ilahi yang dijanjikan oleh Penebus dunia untuk dikirimkan adalah kehadiran dan kuasa Allah.” (E.G. White, Signs of the Times, 23 November 1891)