Bab 2: Tidak Ada Satu Waktupun & Bab 3: Hidup, Asli, Tidak Dipinjamkan, Tidak Berasal

TIDAK PERNAH ADA SATU WAKTUPUN

Bab 2 dari Buku berjudul: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Diterjemahkan dengan ijin oleh Yolanda Kalalo-Lawton

Kalimat yang tampak bermasalah: “Kristus adalah Anak Allah yang sebelumnya sudah ada, yang sendirinya ada… berbicara tentang keberadaan Dia sebelumnya, Kristus membawa pikiran (kita) kembali pada jaman tanpa batas waktu. Dia meyakinkan kita bahwa tidak pernah ada satu waktupun dimana Dia tidak berada dalam persekutuan dekat dengan Allah yang abadi. Dia yang suara-Nya dulu didengar oleh bangsa Yahudi telah bersama Allah sebagai seorang yang dibesarkan dengan-Nya.” (Signs of the Times 29 Agustus 1900 (Evangelism, Hal 615)).

Jawaban Singkat:  Kristus adalah Anak Allah yang sebelumnya sudah ada (Dia tidak hanya menjadi Anak Allah saat lahir di  Betlehem). Sejak kelahiran Kristus di surga (kembali pada jaman tanpa batas waktu) Dia telah berada dalam persekutuan dekat dengan Allah Bapa-Nya.

Kristus adalah Anak Allah yang sebelumnya sudah ada, berarti Dia sudah menjadi seorang Anak dalam  keberadaan Dia sebelumnya. Kita tahu bahwa ke-Putraan ini adalah nyata dan harafiah karena Dia dilahirkan (diperanakkan) oleh Bapa.  Setelah menjelaskan kenyataan ini, yaitu Kristus adalah Anak Allah yang sebelumnya sudah ada, Ny. White lanjut berkata bahwa tidak ada satu waktupun dimana Anak tidak berada dalam persekutuan dekat dengan Allah yang Abadi.  Arti ini harusnya sudah jelas bagi kita semua. Sejak Kristus dilahirkan oleh Bapa, Dia selamanya sudah ada dalam persekutuan dekat dengan Bapa. Inilah yang dikatakan oleh kalimat tersebut.

Jawaban Terperinci: Kalimat ini banyak digunakan untuk mengajarkan bahwa Kristus tidak pernah dilahirkan oleh Bapa di Surga. Apakah arti tersebut yang ada dalam pikiran Ny. White ketika beliau menulis kalimat ini? Apakah kalimat ini mengajarkan bahwa Kristus tidak pernah dilahirkan oleh Bapa? Apakah kalimat ini mengatakan bahwa Kristus bukan Anak Allah secara harafiah?

Berlawanan dengan ajaran popular, kami yakin bahwa Kristus memang sebelumnya sudah ada, “Anak Allah yang sendirinya ada.” Dia adalah Anak di dalam keberadaan Dia sebelumnya. Jauh dari menyangkali kenyataan bahwa Kristus adalah satu-satunya Pribadi yang lahir dari Bapa, kutipan ini sebaliknya membuktikan kebenaran sama yang kami yakini tentang ke-Putraan Ilahi dari Tuhan kita. Kristus adalah Anak Allah yang sebelumnya sudah ada. Yang berarti Dia adalah Anak Allah sebelum Betlehem

Marilah kita menggunakan kembali kunci yang tak pernah gagal yaitu “Kesaksian-Kesaksian adalah kunci untuk menerangkan kesaksian/nasihat yang diberikan, seperti Kitab Suci menerangkan Kitab Suci.”

“Kristus adalah Anak Allah; Dia telah bersatu dengan Dia (Bapa) sebelum malaikat-malaikat dipanggil ke dalam keberadaan (mereka). Dia telah berdiri di sebelah tangan kanan Bapa…” (E.G. White, Patriarchs and Prophets, Hal. 38)

Kristus, sejak kelahiran-Nya sebelum segala sesuatu ada (Amsal 8:22-30), sudah selamanya ada di dalam persekutuan dekat dengan Bapa-Nya, Allah yang Abadi. “Dia telah berdiri di sebelah tangan kanan Bapa.”  Dia sama derajat dengan Bapa dalam sifat-sifat ke-Ilahian sebab Dia mewarisi semua sifat yang sama dari Bapa (Ibrani 1:4). Perhatikan bagaimana Ny. White mengatakan bahwa Kristus “membawa pikiran (kita) kembali melalui jaman tanpa batas waktu.”  Kita tidak dapat menempatkan tanggal kelahiran Kristus di surga karena hal itu melampaui batas pengertian kita. Kita tidak sanggup menghitung keberadaan Dia sebelumnya dengan angka-angka manusia.

“Malaikat-malaikat Allah memandang takjub pada Kristus, yang mengambil untuk diri-Nya Sendiri bentuk manusia dan dengan rendah hati menyatukan ke-Ilahian-Nya dengan kemanusiaan supaya Dia dapat melayani manusia yang jatuh.  Hal ini adalah keheranan di antara malaikat-malaikat surgawi.  Allah telah berfirman pada kita bahwa Dia telah melaksanakan hal itu, dan kita harus menerima Firman Allah sesuai yang tertulis.  Walau kita mencoba memikirkan hal-hal sehubungan dengan Pencipta kita, tentang berapa lama Dia telah memiliki keberadaan, (atau) di mana kejahatan  pertama kali masuk ke dalam dunia kita, dan segala hal lainnya,  kita mungkin memikirkannya sampai kita jatuh pingsan dan kehabisan tenaga dalam menyelidiknya, tapi masih ada hal-hal yang tidak terhingga yang melampaui batas (pikiran kita).” (E.G. White, SDA Bible Commentary, Vol. 7, Hal. 919)

“Di sini Kristus menunjukkan pada mereka bahwa, walau mereka mungkin dapat mengerti hidup-Nya kurang dari 50 tahun, tapi hidup Ilahi-Nya tidak dapat dimengerti oleh perhitungan manusia. Keberadaan Kristus sebelum penjelmaan-Nya tidak dapat diukur oleh angka-angka.” (E.G. White, Signs of the Times, 3 Mei, 1899, Par. 4)

Bagaimana tentang ungkapan dimana Ny. White berkata “tidak pernah ada satu waktupun dimana Dia tidak berada dalam persekutuan dekat dengan Allah yang abadi?” Apakah ini berarti bahwa tidak pernah ada satu waktupun dimana Dia dilahirkan? Tentu saja tidak! Kalimat ini jelas mengatakan bahwa sejak Kristus dilahirkan oleh Bapa, tidak pernah ada satu waktupun dimana Dia tidak bersama Bapa sebab Dia adalah kegembiraan Bapa setiap hari (lihat Amsal 8:30 yang juga dikutip oleh Ny. White).

Marilah kita lihat arti sebenarnya dari kalimat ini dengan melakukan pergantian nama dan kemudian melihat apakah arti kalimat ini tetap sama. Kita akan mengaplikasikan kalimat ini pada malaikat Gabriel (seorang malaikat ciptaan yang kita tidak tahu kapan di waktu lampau dia diciptakan).  Kira-kira akan terbaca sebagai berikut

“Gabriel adalah seorang malaikat Allah…berbicara tentang keberadaan-Nya, Gabriel membawa pikiran kita kembali pada jaman tanpa batas waktu. Gabrial meyakinkan kita bahwa tidak ada satu waktupun dimana dia tidak berada dalam persekutuan dekat dengan Anak Allah.”

Apakah anda akan mengartikan kalimat di atas bahwa Gabriel tidak pernah diciptakan? Tentu saja tidak! Kita semua mengerti bahwa kalimat ini berarti bahwa sejak Gabriel diciptakan, dia sudah selalu ada di dalam persekutuan dekat dengan Kristus.  Sejauh yang dapat kita katakan, pengertian ini adalah benar.

Berikut contoh yang lain: “Hawa meyakinkan kita bahwa tidak pernah ada satu waktupun dimana dia tidak berada dalam persekutuan dekat dengan Adam.”

Apakah kalimat di atas berarti bahwa Hawa dan Adam sama umur? Tidak! Sebab kita tahu Adam adalah yang pertama diciptakan. Kita mengetahui bahwa sejak Hawa diciptakan, dia selamanya telah ada di dalam persekutuan dekat dengan Adam (Sampai ketika dia berjalan sendiri menuju pohon itu). Namun, Adam tidak dapat berkata bahwa “tidak pernah ada satu waktupun ketika Adam tidak ada dalam persekutuan dekat dengan Hawa” sebab Adam diciptakan sebelum Hawa, tentu saja ada satu waktu tertentu ketika Adam tidak bersama dengan Hawa.

Poin penting di sini adalah: kalimat dari Ny. White tersebut mengatakan hal yang sama tentang Anak Allah. Kristus (bukan Bapa) meyakinkan kita tentang sebuah kenyataan yaitu sejak kelahiran Anak Allah, Dia sudah selalu berada dalam persekutuan dekat dengan Bapa-Nya. Jika Bapa yang berkata “tidak pernah ada satu waktupun ketika Kristus tidak bersama dengan Aku” pasti ceritanya menjadi lain. Tapi kasusnya di sini bukan demikian. Kristuslah yang berbicara dan Dia yang memberikan pada kita kepastian itu. Lagi pula, keberadaan diri sendiri Kristus sama seperti Bapa karena Kristus mewarisi hidup yang sama, yaitu hidup yang sendirinya ada yang diberikan kepada Kristus oleh Bapa, sesuai apa yang Kristus sendiri katakan pada kita:

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.” Yohanes 5:26

“Allah adalah Bapa dari Kristus; Kristus adalah Anak dari Allah. Kepada Kristus telah diberikan sebuah kedudukan mulia. Dia telah dijadikan sederajat dengan Bapa.  Semua sidang perundingan Allah terbuka bagi Anak-Nya.” (E.G. White, Testimonies Vol. 8, Hal. 268)

Fakta bahwa Kristus adalah Anak Allah (karena Dia dilahirkan oleh Allah) adalah kunci pengertian dari kemuliaan dan kedudukan sederajat Kristus dengan Bapa.  Dia adalah mulia dan sederajat dengan Bapa sebab Dia lahir dengan hakikat itu; yaitu Dia memiliki semua ciri khas ke-Ilahian.

“Kristus adalah Anak Allah; Dia telah bersatu dengan Bapa sebelum malaikat-malaikat dipanggil ke dalam keberadaan (mereka). Dia telah berdiri di sebelah tangan kanan Allah; keagungan-Nya, penuh dengan berkat bagi semua yang datang di bawah kuasa yang lemah lembut itu, hal ini sampai sekarang belum pernah dipertanyakan.  Keharmonisan surga belum pernah terganggu; mengapa sekarang harus diperdebatkan?” (E.G. White, Patriarchs and Prophets, Hal. 38, 39)

Setuju! Kenapa kenyataan ini sekarang masih saja diperdebatkan?

 

 

HIDUP, ASLI, TIDAK DIPINJAMKAN, TIDAK BERASAL

Bab 3 dari Buku berjudul: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org


Kalimat yang tampak bermasalah: “Yesus menyatakan, ‘Aku adalah kebangkitan dan hidup.’ Dalam Kristus adalah hidup, asli, tidak dipinjamkan, tidak berasal. ‘Dia yang memiliki Anak memiliki hidup.’ Ke-Ilahian Kristus adalah jaminan bagi orang percaya akan hidup kekal itu.” (The Desire of Ages, Hal. 530, 1898 (Evangelism, Hal. 616))

Jawaban Singkat: Kristus telah DIBERIKAN oleh Bapa-Nya (melalui warisan Ilahi) hidup asli, tidak dipinjamkan, tidak berasal. Ini ditulis dengan jelas dalam Yohanes 5:26.

Jawaban Terperinci: Kalimat ini sekarang banyak disalah mengerti. Sekali lagi, biarkan Kesaksian menjadi kunci untuk menerangkan Kesaksian itu sendiri.  Membaca kalimat di atas sesuai dengan konteks keseluruhannya akan memberikan penjelasan atas kebingungan kita.

“Dalam Dia ada hidup; dan hidup itu adalah terang bagi manusia” (Yohanes 1:4).  Bukan terang secara fisik yang dimaksudkan di sini, tetapi hidup yang kekal, hidup yang khusus/khas milik Allah. Firman itu yang ada bersama Bapa, dan adalah Allah, memiliki hidup ini. Hidup fisik adalah sesuatu yang diterima oleh setiap individu. Hidup ini bukan hidup yang kekal atau abadi, karena Allah, Pemberi hidup itu mengambilnya kembali. Manusia tidak memiliki kontrol atas hidupnya. Tapi hidup dari Kristus tidak dipinjamkan. Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil hidup ini dari-Nya. “Aku memberikannya menurut kehendak-Ku Sendiri” (Yohanes 10:19), kata-Nya. Dalam Dia ada hidup, asli, tidak dipinjamkan, tidak berasal. Hidup ini tidak ada dalam manusia. Dia (manusia) dapat memilikinya hanya melalui Kristus. Dia (manusia) tidak mendapatkannya sebagai  upah dari usahanya. Hidup (Kristus) ini diberikan kepadanya sebagai pemberian cuma-cuma bila dia percaya pada Yesus sebagai Juruselamatnya. “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3).  Inilah sumber hidup yang terbuka bagi dunia.” (E.G. White, The Signs of the Times, 8 April 1897) (Dikutip dari Selected Messages, Buku 1, Hal. 296, 297)

Dari konteks ini kita jelas melihat bahwa hidup asli, tidak dipinjamkan, tidak berasal ini bisa DIBERIKAN. Hidup ini akan diberikan (melalui anugerah) sebagai pemberian cuma-cuma kepada siapa saja yang percaya. Sangat harmonis dengan kata-kata Kristus ketika Dia berkata bahwa Allah Bapa memberikan hidup yang sama kepada-Nya (yaitu hidup asli, tidak dipinjamkan, tidak berasal):

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri." Yohanes 5:26

Hidup ini diberikan kepada Kristus melalui sifat kelahiran Ilahi dan warisan-Nya (Dia dilahirkan dengan hidup yang sama dengan Bapa). Melalui ayat ini kita mengerti bahwa Kristus berbicara tentang hidup yang kekal (asli, tidak dipinjamkan, tidak berasal). Tanyakanlah pertanyaan ini pada diri kita sendiri: Hidup macam apakah yang dimiliki Bapa? Tentu saja bukan hidup yang fana sebab kita tahu pasti bahwa hidup Bapa adalah hidup yang kekal (1 Timotius 1:17) yang digambarkan sebagai asli, tidak dipinjamkan, dan tidak berasal.

Inilah juga hidup Anak Allah itu melalui hak warisan-Nya. Kristus mewarisi hidup Bapa sebab Dia berasal dari Bapa (satu-satunya Anak yang dilahirkan Bapa). Dengan kata lain, Kristus adalah satu-satunya Makhluk yang memiliki hidup yang sama dengan hidup milik Bapa.

“Segala sesuatu diterima Kristus dari Allah, tapi Dia mengambilnya untuk diberikan. Di dalam pengadilan surgawi, dalam pelayanan-Nya untuk semua makhluk ciptaan: melalui Anak yang kekasih, hidup Bapa mengalir keluar untuk semua; melalui Anak hidup itu kembali, di dalam pujian dan ibadah yang penuh kegembiraan, gelombang kasih mengalir kembali kepada Sumber dari segala sesuatu yang agung itu.” (E.G. White, The Desire of Ages, Hal. 21)

Pesuruh Allah dengan jelas berkata: Hidup Bapa mengalir melalui Anak. Bapa adalah “Sumber agung dari segala sesuatu.” Dia adalah sumber hidup. Dia adalah Allah dan Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus. Hidup Bapalah yang dapat kita terima melalui Kristus. Sebagai ahli waris, Kristus DIBERIKAN hidup yang sama oleh Bapa.

“Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup,” Kristus menyatakan; “tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” Kristus ditanamkan dengan kuasa untuk memberi hidup pada seluruh ciptaan,” (E.G. White, Review and Herald, 5 April 1906, Par. 12)

Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.” Yohanes 17:2