Bab 5: Seorang Pribadi Yang Sama

Seorang Pribadi Yang Sama

Bab 5 dari Buku berjudul: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Diterjemahkan oleh Yolanda Kalalo-Lawton

Kalimat yang tampak bermasalah (dalam bahasa asli): We need to realize that the Holy Spirit, who is as much a person as God is a person, is walking through these grounds.--Manuscript 66, 1899. (From a talk to the students at the Avondale School.){Evangelism, p. 616}

Terjemahan: “Kita harus menyadari bahwa Roh Kudus itu, adalah seorang pribadi yang sama seperti Allah sebagai seorang pribadi, sedang berjalan melalui pekarangan-pekarangan ini.--Manuskrip 66,1899 (dikutip dari khotbah untuk para pelajar di Avondale School, Australia), (Evangelism hal. 616).

Jawaban singkat: Kalimat ini membicarakan tentang Tuhan Yesus (jika dibaca dalam konteks aslinya). Dicetak dalam buku Evangelism, dan telah dirubah sedemikian rupa untuk dicocokkan dengan ajaran pribadi dari penyusun-penyusun buku tersebut. Ny. White menulis, “Ada banyak orang yang menafsirkan apa yang saya tulis dalam terang sesuai dengan prasangka ide-ide pribadi mereka. Kamu tahu apa artinya. Perbedaan dalam pengertian dan aneka pendapat adalah hasil pastinya.” (E.G. White, Selected Messages Buku 3, Hal. 70).

Jawaban terperinci: Ini merupakan suatu contoh klasik dari pengutipan yang salah. Kita telah diamarkan dengan jelas untuk tidak melakukan hal ini terhadap Roh Nubuat. “Ada banyak orang, setelah menerima teori-teori yang salah, berusaha keras untuk membuktikannya dengan cara mengumpulkan kalimat-kalimat dari tulisan-tulisan saya yang benar, dan oleh mereka digunakan, terpisah dari maksud sebenarnya dan diselewengkan dengan cara mencampurkannya dengan kesalahan. Dengan demikian bibit-bibit kesesatan, tumbuh dan berkembang dengan cepat menjadi tumbuhan-tumbuhan yang kuat, dikelilingi oleh tumbuhan-tumbuhan kebenaran yang murni, dan dengan cara inilah usaha besar dilakukan untuk menyakinkan kemurnian dari tumbuhan-tumbuhan palsu itu.” (E.G. White, This Day with God (Bersama Allah), Hal. 126).

Sekarang marilah kita membaca kalimat tersebut sesuai konteksnya (yang disembunyikan dari para pembaca buku Evangelism).

Tuhan mengatakan hal ini sebab Dia tahu hal ini adalah untuk kebaikan kita.  Dia akan membangun sebuah tembok di sekeliling kita, untuk menjaga kita dari pelanggaran, agar berkat dan kasih-Nya akan tinggal di sini.  Tuhan menginstruksikan kita bahwa ini adalah tempat di mana kita harus berada, dan kita telah memiliki setiap alasan untuk berpikir  bahwa kita berada di tempat yang tepat.  Kita telah dikumpulkan bersama sebagai sebuah sekolah, dan kita perlu menyadari bahwa Roh Kudus, adalah seorang pribadi yang sama seperti Allah sebagai seorang pribadi, sedang berjalan melalui pekarangan-pekarangan ini, tidak terlihat oleh mata-mata manusia; bahwa Tuhan Allah adalah Penjaga dan Penolong kitaDia mendengar setiap kata yang kita ucapkan dan tahu setiap pemikiran dari pikiran kita.”  (E.G. White, Sermons and Talks Vol. 2, Hal. 136, 137) (Juga dicetak dalam Manuscript Releases Vo. 7, hal. 299).

Seperti jelas terlihat, kalimat yang dicetak dalam buku Evangelism telah dirubah oleh para editor untuk disesuaikan dengan pemikiran mereka sendiri. Di tahun 1946, para editor dan para penyusun buku ini (yaitu LeRoy E. Froom dkk) memilih beberapa kalimat tulisan Ny. White tentang ke-Allahan (sekitar 6-8 kalimat) yang secara sepintas seolah-olah mengajarkan doktrin Trinitas, dan menempatkannya dalam buku tersebut. Jadi haruslah diingat bahwa buku Evangelism yang diperkenalkan sebagai tulisan Ny. White, sebenarnya hanyalah kumpulan dari tulisan-tulisan dengan sub-judul yang tidak ditulis oleh beliau, tapi adalah hasil tambahan Froom dkk, sama seperti penggunaan kata ‘Trinitas’. Ny. White tidak pernah menggunakan kata ini dalam semua tulisan-nya.  LeRoy Froomlah yang menambahkan kata Trinitas dalam sub-judul buku Evangelism dan dengan cermat “memilih dan memotong’ kutipan-kutipan Ny. White tentang Ke-Allahan.

Tapi sang nabiah tidak lalai dalam mengamarkan kita akan usaha-usaha demikian. “Akan ada orang-orang yang tadinya bersatu dengan kita dalam iman, yang akan mencari doktrin baru yang asing, sesuatu yang aneh dan menggemparkan untuk dipersembahkan kepada umat-umat.  Mereka akan membawa masuk segala kesalahan-kesalahan yang (tampak) masuk akal, dan akan mempersembahkannya seolah-olah berasal dari Ny. White, agar mereka dapat memperdaya jiwa-jiwa.” (E.G. White, Selected Messages Buku 1, Hal. 41).

Siapa yang berhak merubah kata-kata dari Pesuruh Allah yang diinspirasikan? Mengapa para editor buku Evangelism merasa perlu menempatkan tanda ‘titik’ di mana nabiah menempatkan tanda ‘koma’?  Mengapa mereka memotong kalimat ini? Siapa saja yang membaca paragraf ini secara keseluruhan harusnya sudah mendapatkan jawabnya.

Sekarang marilah kita menyeldiki kalimat ini lebih cermat dalam konteks sebenarnya.  Ny. White di sini tidak berbicara tentang oknum yang melebihi satu pribadi saja sebab beliau menggunakan kata ganti tunggal “he atau dia” dalam paragraf ini. Jika beliau bermaksud untuk membicarakan tentang dua pribadi atau lebih, pasti beliau akan menggunakan kata jamak “they atau mereka” daripada kata tunggal “he atau dia”.  Sebab itu kita dapat mengetahui bahwa beliau hanya berbicara tentang satu pribadi yaitu; “Tuhan”.  “Tuhanlah” Penjaga kita, bukan seorang yang lain.  Tuhanlah seorang pribadi yang mendengar setiap perkataan yang diutarakan.  Tuhanlah yang “tidak terlihat oleh mata-mata manusia”.  Dan walaupun Dia hadir melalui Roh Kudus-Nya, tapi kehadiran Roh sama saja dengan kehadiran pribadi-Nya sendiri secara fisik! Inilah arti dari kalimat di atas.  Kehadiran pribadi-Nya adalah Oknum-Nya sendiri, yaitu pribadi yang sama seperti Diri-Nya sendiri yang merupakan seorang pribadi juga.

Marilah kita bandingkan Roh Nubuat (sebagai kunci), sedikit dari sini dan sedikit dari sana:

“Rohlah yang memberi hidup; daging sama sekali tidak berguna; perkataan-perkataan yang Aku katakan kepadamu, adalah Roh dan hidup.” Kristus di sini tidak mengacu kepada doktrin-Nya, tapi kepada pribadi-Nya, ke-Ilahian dari karakter-Nya.”  (E.G. White, Review and Herald, 5 April, 1906 hal. 12).

Begitu jelas!  Ketika Kristus berbicara tentang Roh, Dia mengacu pada “pribadi-Nya” (bukan kepada pribadi lain yang berbeda dengan Diri-Nya sendiri).  Makanya Roh itu disebutkan sebagai seorang pribadi sama seperti Allah adalah seorang pribadi, sebab Roh adalah pribadi-Nya sendiri!

Kristus berjalan melalui jalan-jalan kita tanpa terlihat.  Dengan kabar belas kasihan Dia datang di rumah-rumah kita. Kepada semua yang berusaha untuk melayani dalam nama-Nya, Dia menunggu untuk bekerjasama.  Dia ada di antara kita, menyembuhkan dan memberkati, apabila kita menerima-Nya.” (E.G. White, The Ministry of Healing, Hal. 107).

Ingat bahwa Yesus ada di sampingmu kemanapun kamu pergi, memperhatikan tindakan-tindakanmu dan mendengar kata-katamu. Apakah kamu akan malu mendengar suara-Nya berbicara padamu, dan tahu bahwa Dia mendengar percakapanmu?” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 4 Februari 1897, par. 3).

Siapakah yang berjalan tanpa terlihat pada jalan kita? Siapakah yang mendengar kata-kata dan percakapan kita? Tentu saja Yesus yang ada di samping kita. Tapi, bagaimanakah Dia dapat berada di samping kita?

“Bahwa Kristus akan mewujudkan Diri-Nya sendiri kepada mereka tapi tidak terlihat oleh dunia, adalah suatu rahasia bagi para murid.  Mereka tidak dapat mengerti kata-kata Kristus dalam arti rohaninya.  Mereka berpikir tentang apa yang tampak di luar, wujud yang terlihat. Mereka tidak menyadari kenyataan bahwa mereka dapat memiliki kehadiran Kristus bersama mereka, sementara Dia tidak terlihat oleh dunia.  Mereka tidak mengerti arti dari perwujudan rohani.” (E.G. White, The Southern Work, 13 September 1898, par. 2).

Melalui Roh, Bapa dan Anak akan datang dan menjadikan tempat kediaman mereka dengan kamu.” (E.G. White, Bible Echo dan Signs of the Times, 15 Januari 1893, par. 8).

Oleh sebab itu, kita dapat menyimpulkan dengan pasti bahwa Roh Kudus adalah kehadiran yang tidak terlihat dari Bapa dan Anak.  Roh Kudus adalah pribadi Kristus yang tidak dapat dilihat.

Tuhan Yesus sedang berdiri di samping penjual buku, berjalan bersama mereka adalah kepala pekerja itu. Jika kita mengenal Kristus sebagai Seorang yang ada bersama kita yang menyiapkan jalan, Roh Kudus yang ada di samping kita akan memberikan petunjuk akan kata-kata yang diperlukan.” (E.G. White, Colporteurs Ministry, Hal. 107).