Tiga Kuasa Tertinggi Di Surga

Bab 8
Tiga Kuasa Tertinggi Di Surga

Sumber: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Terjemahan bebas oleh: Yolanda Kalalo-Lawton


Kalimat yang tampak bermasalah (dalam bahasa asli):
“We are to cooperate with the three highest powers in heaven,--the Father, the Son, and the Holy Ghost, --and these powers will work through us, making us workers together with God.--Special Testimonies, Series B, No. 7, p. 51. (1905)” {Evangelism, p. 617}

 Terjemahan: “Kita harus bekerja sama dengan tiga kuasa tertinggi di surga, --Bapa, Anak, dan Roh Kudus, --dan kuasa-kuasa ini akan bekerja melalui kita, menjadikan kita pekerja-pekerja bersama dengan Allah. – Special Testimonies, Series B, No. 7, hal. 51 (1905), juga terdapat dalam buku Evangelisasi, hal. 617.

 Jawaban singkat: Dalam kalimat ini, tiga kuasa tertinggi di surga bukan sebagai definisi pasti tapi hanyalah keterangan. Tidak diragukan bahwa ada tiga kuasa di surga (Bapa, Anak dan Roh Kudus), tapi kalimat ini tidak memberikan definisi hubungan dari ketiga kuasa tersebut.  Menggunakan kutipan di atas untuk membuktikan Trinitas yakni tiga makhluk yang sederajad dan sama kekal, adalah hasil kesimpulan yang buruk karena tidak berlandasan kebenaran yang sesuai dengan maksud dan tujuan penulisnya, Ny. White.

 Jawaban terperinci: Tiga kuasa besar dapat dengan benar dimengerti di dalam terang yang sesuai dengan pengertian Ny. White sendiri. Beliau jelas mengerti dan mengajarkan bahwa memang ada seorang Bapa, seorang Anak dan seorang Roh Kudus, yaitu tiga pribadi, tetapi hubungan dari ketiga pribadi ini telah beliau terangkan dengan jelas dalam tulisan beliau yang lain (lihat bab 4).  Misalnya, dengan jelas beliau katakan bahwa Allah adalah Bapa dari Kristus:

Allah adalah Bapa dari Kristus; Kristus adalah Anak dari Allah.  Kepada Kristus telah diberikan suatu kedudukan yang tinggi.  Dia telah dijadikan sederajat dengan Bapa.  Semua persidangan Allah terbuka bagi Anak-Nya.”  (E.G. White, Testimonies Vol. 8, Hal. 268).

Pada tulisan yang lain, beliau menerangkan hubungan Bapa-Anak dengan Roh Kudus, yaitu Roh adalah Roh Kristus Sendiri:

“Biarlah mereka bersyukur pada Allah karena belas kasih-Nya yang limpah, dan berbuat baik terhadap satu dan lain. Mereka memiliki satu Allah dan satu Juruselamat; dan satu RohRoh Kristus—yang membawa persatuan ke dalam peringkat mereka.” (E.G. White Testimonies Vol 9, Hal. 189).

Beliau jelas mengatakan pada kita bahwa Roh Kristus adalah jiwa dari kehidupan-Nya, atau hidup dari kehidupan-Nya Sendiri.

“Kristus menyatakan bahwa setelah kenaikan-Nya, Dia akan mengirimkan kepada gereja-Nya, sebagai pemberian istimewa-Nya, Penolong, yang akan menggantikan-Nya. Penolong itu adalah Roh Kudus, --jiwa dari hidup-Nya, (kuasa) kemanjuran untuk gereja-Nya, terang dan hidup duniaMelalui Roh-Nya, Kristus mengirimkan suatu pengaruh perdamaian dan kuasa kelepasan (dari) dosa.” (E.G. White, Review and Herald, 19 Mei, 1904 par. 1)

“Kristus memberikan mereka (para murid-Nya) nafas dari roh-Nya Sendiri, hidup dari hidup-Nya Sendiri. Roh Kudus mengerahkan kekuatan-kekuatan tertinggi-Nya untuk bekerja dalam pikiran dan hati.” (E. G. White, Kerinduan Segala Zaman, hal. 827).

Nafas Kristus adalah roh dan hidup-Nya (Yohanes 20:22). Jelas kita dapat lihat di sini bahwa Ny. White tidak mengajarkan bahwa Roh Kudus itu adalah makhluk lain yang berbeda atau terpisah dari Kristus Sendiri, tetapi Roh Kudus itu adalah jiwa dan hidup Kristus. Inilah pengertian yang benar dan konsisten oleh Ny. White tentang frase “tiga kuasa tertinggi di surga,” Bapa, Anak dan Roh Kudus.