Memberi Diri Mereka

Bab 9

Memberi Diri Mereka

Sumber: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Terjemahan bebas oleh: Yolanda Kalalo-Lawton

 

 

Kalimat yang tampak bermasalah: “The Godhead was stirred with pity for the race, and the Father, the Son, and the Holy Spirit gave themselves to the working out of the plan of redemption. In order to fully carry out this plan, it was decided that Christ, the only begotten Son of God, should give Himself an offering for sin. What line can measure the depth of this love?(Australasian) Union Conference Record, April 1, 1901 par.10} (also appearing in Counsels on Health p.222).

 

Terjemahan: “Ke-Allahan digerakkan oleh belas kasih bagi umat manusia, Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberi diri mereka pada pelaksanaan rencana penebusan. Untuk menjalankan sepenuhnya rencana ini, diputuskan bahwa Kristus, Anak lahir Allah yang tunggal, harus menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai persembahan bagi dosa. Garis pengukur apakah yang dapat digunakan untuk mengukur kedalaman kasih ini?” (Australasian) Union Conference Record, 1 April 1901, par. 10) – juga dikutip dalam Councels on Health, Hal. 222).

 

Jawaban singkat: Roh Kudus diberikan untuk menyelesaikan rencana keselamatan. Rencana keselamatan dibuat oleh Bapa dan Anak. Mereka berjanji untuk memberikan semua sumber daya surga untuk menyelamatkan kita. Dalam hal ini, termasuk memberikan Roh Kudus mereka.

 

Jawaban terperinci: Kalimat ini sering digunakan untuk membuktikan bahwa Roh Kudus itu adalah makhluk ilahi yang sama seperti Allah Bapa dan kristus, Anak yang kekal. Diasumsikan bahwa Roh Kudus hadir sebagai anggota ketiga dalam perumusan rencana keselamatan.

 

Jika kutipan ini dibaca dengan teliti sambal membandingkan dengan kutipan Ny. White yang lain sebagai kunci, kita dapat dengan mudah melihat maksudnya yang tepat. Ada dua poin yang harus diperhatikan di sini. Pertama, Roh Kudus Allah selalu adalah bagian dari Diri-Nya sendiri, walaupun Dia dapat beroperasi melalui Roh itu di mana-mana di alam semesta ini (Education 132.2; 7T 273.2).  Kedua, “pelaksanaan rencana penebusan” berarti “memenuhi rencana” dan tidak berarti “merumuskan rencana.”


Kutipan ini tampaknya mengatakan bahwa “Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberi diri mereka dalam pekerjaan rencana penebusan,” yang kedengarannya seakan mereka “merencanakan rencana itu bersama-sama.” Namun tafsiran ini tidak harmonis dengan tulisan Roh Nubuat yang lain. Dalam kamus tahun 1828 menerangkan bahwa kata “melaksanakan (work out)” berarti “efek yang dihasilkan oleh kerja dan tenaga.” Tidak berarti “menyusun rencana kerja,” melainkan “mengerjakan rencana yang telah dirumuskan sebelumnya.” Ayat yang dikutip dalam kamus tersebut adalah Filipi 2:12 (13) “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”

 

“Kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar” tidak berarti “membuat rencana” tetapi berarti; “bekerja sama dengan Allah dalam melaksanakan rencana-Nya.” Kalimat berikutnya dalam paragraf yang sama bahkan memberi pencerahan yang lebih jelas, “Ke-Allahan digerakkan oleh belas kasih bagi umat manusia, Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberi diri mereka pada pelaksanaan rencana penebusan. Untuk menjalankan sepenuhnya rencana ini, diputuskan bahwa Kristus, Anak lahir yang tunggal Allah, harus menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai persembahan bagi dosa. Garis pengukur apakah yang dapat digunakan untuk mengukur kedalaman kasih ini?” (AUCR, 1 April 1901, par. 10).

 

Marilah kita baca paragraf sebelumnya: “Kemuliaan Injil didirikan di atas prinsip pemulihan umat manusia yang telah jatuh kepada gambar Ilahi, oleh perwujudan terus-menerus akan kemurahan (Allah). Pekerjaan ini dimulai di pengadilan surgawi. Di sana, Allah memutuskan untuk memberikan makhluk manusia suatu bukti jelas tentang kasih, dimana Dia menghargai mereka. Dia “mengasihi dunia ini sehingga Dia memberi Anak lahir-Nya yang tunggal, barangsiapa yang percaya pada-Nya, tidak akan binasa, tapi beroleh hidup yang kekal.” (AUCR, 1 April, 1901 par. 9).

 

Dari paragraf sebelumnya ini, kita dapati bahwa Bapa-lah yang berbelas kasihan pada umat manusia dan memutuskan untuk memberi semua agen surga untuk menebus mereka. Dia membuat janji dengan Anak-Nya untuk melakukan apapun yang dapat menarik manusia kembali kepada-Nya. Maka diputuskanlah bahwa untuk melaksanakan rencana itu, Bapa akan memberikan Anak dan Roh-Nya.

 

Ingat bahwa Kristus adalah Makhluk satu-satunya yang dapat memasuki semua perundingan dan tujuan-tujuan Allah (Para Nabi dan Bapa (PP), Hal. 34). Tidak ada makhluk ketiga yang hadir dalam perumusan rencana keselamatan (perundingan perdamaian). Hanya dua makhluk yang hadir pada perundingan perdamaian itu.


Zakharia 6:13 “Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.”


“Sebelum fondasi-fondasi bumi diletakkan, Bapa dan Anak telah bersatu dalam satu perjanjian untuk menebus manusia jika dia (manusia) harus dikalahkan oleh Setan. Mereka telah bergenggaman tangan dalam satu ikrar khidmat bahwa Kristus harus menjadi jaminan bagi umat manusia.” (E.G. White, The Desire of Ages, Hal. 834).


“Rencana keselamatan dirancang oleh Bapa dan Anak akan merupakan suatu kesuksesan besar.” (E.G. White, Signs of the Times, 17 Juni, 1903, par. 2).


“Sebelum kejatuhan manusia, Anak Allah telah bersatu dengan Bapa-Nya dalam meletakkan rencana keselamatan.” (E.G. White, Review and Herald, 13 September 1906 par. 4).

 

“Suatu Perjanjian telah dibuat oleh Bapa dan Anak untuk menyelematkan dunia melalui Kristus.” (E.G. White, The Signs of the Times, 10 Oktober 1892 par, 1).


“Dalam perundingan bersama, Bapa dan Anak bertekad bahwa Setan harus tidak dibiarkan untuk menerapkan kuasa bengisnya kepada manusia.” (E.G. White, Manurscipt Releases Vol. 18 hal. 345).

 

“Melalui Kristus kepada siapa pekerjaan kegenapan rencana Allah tertumpu itu, telah tercapai. Sesuai persetujuan dalam perundingan ke-Allahan. Tujuan Bapa dengan persetujuan Anak-Nya bahwa keluarga manusia harus diuji dan dibuktikan apakah mereka akan tertarik oleh cobaan-cobaan Setan, atau apakah mereka akan jadikan Kristus sebagai kebenaran mereka, menuruti hukum-hukum Allah, dan hidup. Allah memberikan pada Anak-Nya semua orang yang  jujur dan setia. Kristus berjanji untuk menebus mereka dari kuasa Setan, dengan harga kehidupan-Nya sendiri.” (E.G. White, Manuscript Releases Vol. 21 p. 54).

 

“Kristus Firman itu, satu-satunya Yang Dilahirkan Allah, adalah satu dengan Bapa kekal, --satu dalam kodrat/hakikat, dalam karakter, dan dalam tujuan, --satu-satunya makhluk di segenap alam semesta yang dapat memasuki semua perundingan dan rencana-rencana Allah.” (The Great Controversy hal. 493).

 

Tidak ada makhluk lain di seluruh alam semesta yang dapa memasuki perundingan-perundingan Allah. Perundingan ke-Allahan adalah antara Bapa dan Anak. Hal ini menimbulkan pertanyaan yang penting tentang Roh Kudus. Apakah Roh Kudus itu adalah makhluk Allah yang tidak dapat ikut serta dalam persidangan ke-Allahan (?!) ATAU Roh Kudus itu sama sekali bukan seorang makhluk lain, melainkan hidup dan karakter dan pikiran dan kehadiran pribadi dari Bapa dan Anak. Diputuskan bahwa “kehidupan” ini akan diberikan (ketika Bapa dan Anak masih berada dalam perundingan) kepada manusia sebagai agen regenerasi jika manusia jatuh ke dalam dosa. Agen regenerasi ini akan diberikan untuk melaksanakan rencana yang telah dirumuskan oleh Bapa dan Anak.

 

“Kita akan dihakimi sesuai dengan terang yang kita miliki, sesuai dengan keistimewaan yang telah diberikan pada kita, sesuai dengan kesempatan yang kita miliki untuk mendengar dan mengerti Firman Allah. Semua keistimewaan ini telah diberikan pada kita dengan biaya yang tak terhitung di pihak Bapa dan Anak. Rencana keselamatan telah dirancang dan dilaksanakan sejauh ini oleh pengorbanan segenap surga, dan pemberian Roh Kudus disediakan, agar ke-Ilahian dapat dipersatukan dengan kemanusiaan, dan manusia terangkat dalam nilai moral dan kerohanian.” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 15 Juni 1893 par. 1).

 

Perhatikan betapa jelas kita diajarkan bahwa rencana itu pertama-tama dirancang dan kemudian dilaksanakan. Dikatakan bahwa perancangnya adalah Bapa bersama dengan Anak. Ketika keduanya merancang rencana itu (dengan biaya yang tak terhitung di pihak mereka), mereka memutuskan bahwa dalam rangka pelaksanaanya, Roh Kudus telah disediakan untuk diberi. Dengan demikian ketiganya memberi diri mereka untuk melaksanakan rencana yang telah dirancang oleh Bapa dan Anak itu.

 

“Roh Kudus akan menjadi penolong utama, adalah suatu janji yang indah. Apa manfaatnya bagi kita sehingga Anak lahir Allah yang tunggal itu merendahkan diri-Nya, menanggung cobaan-cobaan dari musuh yang licik dan bergumul dengan-nya semasa hidup-Nya di bumi, mati sebagai Yang Benar untuk (manusia) yang tidak benar agar kemanusiaan tidak binasa, jika Roh tidak diberikan secara terus menerus, bekerja sebagai penolong dalam kelahiran kembali yang ampuh mengatasi kasus-kasus kita, apalah yang telah dibuat oleh Penebus dunia itu? (E.G. White, Selected Messages, Buku 3 hal 137).

 

“Roh Kudus adalah pemberian tertinggi di atas semua pemberian yang dapat Dia mohonkan dari Bapa, untuk mengangkat derajat umat-Nya. Roh diberikan sebagai penolong dalam kelahiran kembali, dan tanpa hal ini pengorbanan Kristus tidak berhasil.” (E.G. White, Review and Herald, 19 November 1908 par. 5).

 

Bapa, Anak dan Roh Kudus memberi diri mereka untuk melaksanakan rencana keselamatan. Ketiga kuasa surgawi bertekad untuk membantu kita dalam perjalanan kita menuju keselamatan.

 

Sebagai anugerah Ilahi—kuasa Roh Kudus—diberikan kepada murid-murid, demikian juga saat ini akan diberikan kepada semua yang mencari dengan benar. Hanya kuasa ini yang membijakkan kita untuk selamat dan melayakkan kita dalam pengadilan di atas. Kristus ingin memberikan kita suatu berkat yang akan membuat kita kudus. “Semuanya itu Kukatakan padamu,” Kata-Nya, “agar sukacita-Ku ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh.” Yohanes 15:11. Sukacita dalam Roh Kudus adalah pemberian kesehatan, pemberian hidup ceria. Dalam memberikan Roh-Nya bagi kita, Allah memberikan kita Diri-Nya Sendiri, menjadikan Diri-Nya sebagai satu sumber pengaruh Ilahi, memberi kesehatan dan hidup kepada dunia.” (E.G. White, Testimonies Vol. 7 hal. 273).

 

“Tak ada kebenaran yang lebih jelas diajarkan dalam Alkitab daripada hal ini, bahwa Allah melalui Roh Kudus-Nya secara khusus mengarahkan para pelayan-Nya di bumi dalam pergerakan besar untuk memajukan pekerjaan keselamatan.” (E.G. White, The Great Controversy, hal. 343).

 

“Tuhan ingin menjadikan manusia sebagai lumbung dari pengaruh-pengaruh Ilahi, dan satu-satunya yang menghalangi keberhasilan rencana Allah ini adalah, manusia menutup hati mereka terhadap terang hidup itu. Kemurtadan menyebabkan ditariknya Roh Kudus dari manusia, tapi melalui rencana penebusan, berkat surga ini akan dipulihkan kepada mereka yang tulus menginginkannya. Tuhan telah berjanji untuk memberi semua yang baik bagi mereka yang memohon pada-Nya, dan semua yang baik itu didefinisikan sebagai pemberian karunia Roh Kudus.” (E.G. White, Manuscript Releases Vol. 2 Hal. 11).

 

Jika anda kembali membaca kutipan Ny. White, anda dapat lihat bahwa ketiga kuasa besar surga “memberi diri mereka pada pelaksanaan rencana penebusan,” adalah suatu rencana yang telah dirumuskan oleh Bapa dan Anak dalam perundingan mereka di surga sebelum bumi diciptakan. Pada kejatuhan manusia, pelaksanaan dari rencana ini dimulai. Marilah kita memuji Allah sebab rencana keselamatan-Nya yang agung. Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!