Tiga Makhluk Yang Mahakudus

Bab 10

TIGA MAKHLUK YANG MAHAKUDUS

Sumber: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Terjemahan bebas oleh: Yolanda Kalalo-Lawton

Kalimat yang tampak bermasalah: “You are born unto God, and you stand under the sanction and the power of the three holiest beings in heaven, who are able to keep you from falling. You are to reveal that you are dead to sin; your life is hid with Christ in God. Hidden "with Christ in God,"--wonderful transformation. This is a most precious promise.” (Manuscript Releases Vol. 7, p. 267) (also appearing in Sermons and Talks, Vol 1, p. 367).

Terjemahan: “Kamu dilahirkan untuk Allah, dan kamu berdiri di atas sangsi dan kuasa tiga makhluk yang mahakudus di surga, yang sanggup menjagamu untuk tidak jatuh. Kamu harus menunjukkan bahwa kamu telah mati untuk dosa; hidupmu tersembunyi dengan Kristus di dalam Allah. Tersembunyi “dengan Kristus di dalam Allah,” –perubahan yang luar biasa. Ini adalah janji yang paling berharga.” (7MR, hal. 267, juga dicetak dalam Sermons and Talks, Vol. 1, hal. 367).

Jawaban Singkat: Kalimat ini adalah laporan dari khotbah yang disampaikan oleh Ny. White. Jika laporan ini dibandingkan dengan tulisan-tulisan beliau yang resmi diterbitkan  dan disetujui oleh beliau sendiri, kita melihat ada sedikit kesalahan yang terjadi (kasus yang sama masih berlangsung sampai saat ini). Ny. White sama sekali tidak menulis kata-kata “tiga makhluk yang mahakudus.” Sesuai dengan instruksi beliau sendiri, kita harus mempelajari terbitan resmi beliau apabila kita menemukan laporan yang nampaknya bertentangan dengan maksud beliau.

Jawaban Terperinci: Banyak yang menggunakan kalimat ini untuk menunjang teori tiga allah (tiga makhluk Ilahi yang berbeda dan sama derajat). Sangat mengawatirkan melihat banyak yang gagal melakukan tugas mereka untuk mengadakan penyelidikan pribadi sehubungan dengan isu yang penting yang kita hadapi ini. Perlu diketahui bahwa Ny. White tidak pernah menulis di atas kertas kata-kata “tiga makhluk yang mahakudus.” Beliau bukan pengarang dari kata-kata ini. Mari kita selidiki lebih dalam apa yang ditunjukkan oleh tulisan-tulisan beliau dan biarlah semua orang belajar dari fakta-fakta ini. 

Sebetulnya kata-kata ini hanyalah laporan dari khotbah yang disampaikan Ny. White pada hari Sabat sore, 20 Oktober 1906 di Oakland, California, Amerika Serikat. Laporan ini kemudian diterbitkan lama setelah beliau meninggal (7MR 267). Kata-kata yang sama juga diterbitkan dalam buku Sermons and Talks, Buku 1, yang pada Kata Pengantarnya tertulis demikian:

“SEMUA NASIHAT YANG DIREPRODUKSI DALAM VOLUME INI ADALAH NASIHAT YANG DISAMPAIKAN PADA PUBLIK DAN DILAPORKAN SECARA STENOGRAFI, ATAU DIPERSIAPKAN DENGAN MAKSUD YANG SAMA. BANYAK NASIHAT ELLEN WHITE YANG DAPAT DITEMUKAN DI REVIEW AND HERALD DAN SIGNS OF THE TIMES, TAPI HAMPIR SEMUA NASIHAT YANG TERMASUK DALAM TERBITAN INI DIAMBIL DARI NASKAH-NASKAH YANG SEBELUMNYA BELUM PERNAH DITERBITKAN, SESUAI YANG ADA DALAM BERKAS-BERKAS KAMI. JADI, WALAUPUN TIDAK ADA ALAT PEREKAM DI ZAMAN ELLEN WHITE, DENGAN MEMBACA BUKU INI, SESEORANG DAPAT TURUT SUNGGUH-SUNGGUH “MERASAKAN” ELLEN WHITE SEBAGAI SEORANG PENGKHOTBAH.” (hal i).

Kata Pengantar di atas adalah pengakuan yang jujur dari pihak White Estate, mengatakan pada kita bahwa Ny. White tidak menulis kata-kata tersebut, tapi hanyalah laporan stenografi tentang apa yang Ny. White khotbahkan waktu itu. Jelas di sini bahwa ada kesalahan dalam laporan ini. Ny. White sendiri mengamarkan kita tentang isu ini. Beliau menulis:

“Dan bagi semua yang menginginkan kebenaran, saya berkata: Jangan percaya pada laporan-laporan yang tidak resmi tentang apa yang Sester White lakukan atau katakan atau tuliskan. Jika kamu ingin mengetahui apa yang telah dinyatakan oleh Tuhan padanya, baca hasil tulisan-tulisannya yang resmi diterbitkan.” (E.G. White, Testimonies Vol. 5, hal. 696).

Beliau menganjurkan kita untuk membaca tulisan-tulisan yang resmi beliau terbitkan dan tidak membaca laporan orang lain tentang apa yang beliau katakan atau tidak katakan. Ini sangat penting untuk diingat. Mengapa? Jawabannya sederhana saja; sebab beliau membaca dan mengoreksi semua tulisannya sebelum dikirim ke tempat percetakan.

“Saya membaca kembali semua yang disalin, memastikan bahwa semua sesuai dengan yang seharusnya. Saya membaca semua buku naskah sebelum dikirim ke alat pencetak.” (E.G. White, Selected Messages Buku 3, Hal. 90).

“Saya periksa dengan cermat semua tulisan yang diterbitkan. Saya ingin tidak ada yang muncul dalam cetakan tanpa penyelidikan yang cermat.” (E.G. White, 10MR hal. 12 par. 4).

Tentu saja Ny. White tidak dapat mengecek semua terbitan yang terjadi setelah kematiannya. Oleh sebab itu, beliau menganjurkan kita untuk membaca apa yang diterbitkan di zamannya. Sangat menarik bahwa frase “tiga makhluk yang mahakudus” ini baru saja muncul belakangan ini. Pihak White Estate menuliskan tanggal penerbitan buku ini:

“Dikeluarkan 16 Maret 1976” (7MR hal. 273)”

Perlu diingat bahwa Ny. White tidak mengecek dan merekomendasikan laporan khotbah ini sebab beliau telah meninggal lama sebelumnya! Tidak ada satupun bukti tertulis yang mengatakan bahwa Ny. White menyokong frase “tiga makhluk yang mahakudus” ini!

Mari kita pelajari mengapa pembuat laporan khotbah ini melakukan kesalahan dengan menyatakan bahwa Ny. White mengatakan “tiga makhluk yang mahakusa.” Sebagaimana anjuran beliau, kita harus kembali menyelidiki tulisan-tulisan beliau yang diterbitkan semasa beliau masih hidup. Ada berapakah makhluk Ilahi yang beliau sebutkan?

“Kristus Firman itu, satu-satunya Yang Dilahirkan Allah, adalah satu dengan Bapa kekal, --satu dalam kodrat/hakikat, dalam karakter, dan dalam tujuan, --satu-satunya makhluk di seluruh alam semesta yang dapat memasuki semua perundingan dan rencana-rencana Allah.” (The Great Controversy hal. 493).

Kutipan di atas jelas mengatakan bahwa tidak ada makhluk lain selain Kristus yang dapat memasuki perundingan atau persidangan Allah. Tidak ada makhluk lain di seluruh alam semesta ini! Perhatikan bahwa hanya ada dua makhluk yang disebutkan di sini, yaitu Allah Bapa dan Kristus. Roh Kudus tidak mungkin disebut sebagai makhluk lain selain Bapa dan Kristus, sebab bila Roh Kudus itu adalah makhluk lain yang terpisah, maka Dia tidak termasuk dalam perundingan Allah dan Anak. Jauh sebelumnya, Alkitab telah menulis dengan jelas bahwa hanya ada dua Makhluk dalam perundingan atau persidangan Allah, yang tertulis dalam Zakharia 6:12-13. Ny. White tidak pernah mengatakan bahwa ada tiga makhluk dalam persidangan Allah, beliau jelas berkata bahwa hanya Kristus satu-satunya makhluk lain yang ada di samping Bapa, yang dapat memasuki semua perundingan Allah. Bagaimana mungkin para pro-Trinitas berbicara mewakili Ny. White bahwa beliau adalah penganut Trinitas? Dimanakah makhluk “Allah Roh” yang mereka ajarkan? Satu-satunya makhluk lain yang ingin memasuki persidangan Allah dan Anak adalah makhluk malaikat yang angkuh bernama Lusifer. Lusiferlah yang berambisi mengikutsertakan dirinya dalam persidangan Allah sebagai makhluk ketiga! Silahkan baca bab pertama dari buku Para Nabi dan Bapa, dan selidiki sendiri kebenaran dari pernyataan ini. Ny. White menulis selanjutnya:  

Satu-satunya makhluk yang satu dengan Allah hidup menuruti hukum dalam kemanusiaan, turun pada kehidupan rendah pekerja biasa, dan bekerja keras di bangku tukang kayu bersama orang tuanya di bumi.” (E.G. White, Signs of the Times, 14 Oktober 1897 par. 3).

Dalam kutipan ini, Ny. White jelas berkata bahwa hanya Kristuslah satu-satunya makhluk yang satu dengan Allah. Beliau tidak mengatakan bahwa ada makhluk lain yang juga disebut “satu” dengan Allah selain Kristus sendiri. Hanya dua makhluk. Tapi jika ada yang selalu mengatakan: “Walaupun Allah Roh tidak disebutkan, bukan berarti Dia tidak ada dalam persidangan Allah!” Saya menekankan untuk hanya menggunakan tulisan-tulisan Roh Nubuat yang resmi diterbitkan. Jika kita menggunakan kata-kata yang tidak digunakan oleh Ny. White, itu hanyalah pendapat dan asumsi kita saja.  Tidak mungkin beliau menggunakan kata “satu-satunya” dan pada tulisan lain menulis hal yang berlawanan. Sekali lagi, hal yang sama beliau gunakan dalam kutipan berikut:

Bapa dan Anak saja yang harus dimuliakan.” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 7 Juli 1898 par. 2).

Kalimat ini saja sebenarnya sudah cukup jelas untuk menghapus teori Trinitas. Bagaimana mungkin Ny. White (jika benar dia adalah penganut Trinitas) dapat menuliskan kalimat di atas? Tanyakan berulang-ulang pertanyaan yang sama: dimanakah “Allah Roh” itu? Jika Bapa dan Anak saja yang harus dimuliakan, bagaimana dengan “Allah Roh?” Betapa jelas di sini bahwa hamba Tuhan itu tidak percaya pada doktrin Trinitas yang bersumber dari Gereja ibu dari para pelacur itu.

Marilah kita menggali lebih dalam lagi akan bukti yang menguatkan kalimat tersebut. Kita dinasihatkan untuk menimbang kebenaran sesuai “beratnya bukti-bukti” (DA, hal 458), dan tidak mendirikan doktrin pada satu atau dua kalimat saja. Pertanyaan untuk dipertimbangkan: siapakah makhluk ketiga yang tertinggi di surga? Pertanyaan ini sangat penting sehubungan dengan kata-kata “tiga makhluk yang mahakudus” ini. Harus diingat bahwa kita tidak menggunakan asumsi kita sendiri utuk menemukan jawabnya, sebab jawabannya sudah tertulis dalam terbitan resmi yang telah terbukti diakui oleh Ny. White:

“Mengesampingkan tirai yang menutupi kemuliaan Allah, hal itu menunjukkan diri-Nya dalam kedudukan-Nya, yaitu agung dan kudus, dan dimuliakan, tidak berada dalam kesendirian, tapi dikelilingi oleh sepuluh ribu kali sepuluh ribu dan beribu-ribu makhluk kudus yang gembira, masing-masing siap untuk membawa khabar, melakukan kehendak-Nya—seluruh surga ada dalam komunikasi yang aktif dengan tiap-tiap bagian alam semesta melalui jalur-jalur yang berbeda, dan Yang Kudus itu benar-benar membungkuk, melengkuk dari takhta-Nya, mendengarkan setiap suara yang diutarakan, memperhatikan pergerakan dari semua kuasa duniawi. Makhluk tertinggi itu menurunkan martabat kepada yang terendah, membuktikan dan mengutuk setiap tindakan yang terjadi.” (E.G. White, UL, hal. 23 par. 3).

“Allah adalah seorang pemerintah moral, juga seorang Bapa. Dia adalah Pemberi hukum.” (E.G. White, 12MR, hal. 208).

Anak Allah adalah penguasa berikutnya di samping Pemberi hukum yang agung itu.” (E.G. White, 2SP, hal. 9).

Satu-satunya makhluk yang satu dengan Allah hidup menuruti hukum dalam kemanusiaan, turun pada kehidupan rendah pekerja biasa, dan bekerja keras di bangku tukang kayu bersama orang tuanya di bumi.” (E.G. White, Signs of the Times, 14 Oktober 1897 par. 3).

“Tuhan telah menunjukkan pada saya bahwa Setan dulunya adalah seorang malaikat yang terhormat di surga, di samping Yesus Kristus.” (E.G. White, 1SG, hal. 17).

“Berbicara tentang Setan, Tuhan kita berkata bahwa “dia tidak tinggal di dalam kebenaran.” Dia dulu adalah kerub penaung, mulia dalam keindahan dan kekudusan. Dia berdiri di samping Kristus dalam kemuliaan dan karakter.” (E.G. White, RH, 22 Oktober 1895 par. 1).

Setan di surga, sebelum pemberontakannya, adalah seorang malaikat yang tinggi dan mulia yang dihormati, di samping Anak Allah yang kekasih. Wajahnya, sama seperti malaikat-malaikat lain, lembut dan mencerminkan kebahagiaan. Dahinya tinggi dan lebar, menunjukkan kecerdasan yang penuh kuasa. Posturnya sempurna; sikapnya mulia dan agung. Cahaya khusus terpancar dari wajahya, dan menyinari sekelilingnya lebih terang dan lebih indah dari sekeliling malaikat-malaikat yang lain; tapi Yesus, Anak Allah yang kekasih, memiliki keunggulan di atas bala tantara malaikat. Dia adalah satu dengan Bapa sebelum malaikat-malaikat diciptakan. Setan iri pada Kristus, dan berangsur-angsur mengambil alih kekuasaan yang didelegasikan pada Kristus saja.” (E.G. White, 1SP, hal. 17 par. 1).

“Bukankah Setan adalah pembawa-cahaya, yang berbagi kemuliaan Allah di surga, dan berdiri di samping Yesus dalam kuasa dan keagungan?” (E.G. White, RH, 17 November 1891 par. 3).

Dosa berasal dari dia, yang di samping Kristus, berdiri di tempat tertinggi dalam kemurahan Allah, dan tertinggi dalam kuasa dan kemuliaan di antara para penduduk surga. Sebelum kejatuhannya, Lusifer adalah kerup penaung, kudus dan tanpa noda” (E.G. White, 4SP, hal. 316).

“Kehinaan Kristus tidak dimengerti dan tidak dihargai. Empat puluh hari dan malam Yesus menjadi sasaran cobaan-cobaan dari musuh—seorang yang dulunya adalah malaikat yang berdiri di samping Kristus dalam keagungan dan kemuliaan di pelataran surgawi. Ada tertulis, kau meninggikan diri sebab kecantikanmu, dan seterusnya. Tapi dia ingin memiliki kedudukan Kristus, dan Kristus adalah satu dengan Allah Yang Tak Terhingga; dan karena hal ini tidak diberikan padanya, dia menjadi cemburu, dan dia menjadi pemula dosa.” (E.G. White, 16MR hal. 180 par. 1).

Marilah kita ulangi apa yang kita telah pelajari sejauh ini:

Allah Bapa – Makhluk Tertinggi dan Pemberi hukum Yang Agung.

Anak Allah – Memiliki otoritas berikutnya di samping Bapa, satu-satunya makhluk yang adalah satu dengan Allah.

Lusifer – Makhluk ketiga yang tertinggi dalam kekuasaan, keagungan, kedudukan, karakter, kehormatan dan kemuliaan, di samping/setelah Kristus.

Keterangan di atas memberi gambar yang jelas bahwa tidak ada tempat bagi makhluk Ilahi lain di surga selain tempat yang diduduki oleh makhluk ciptaan. Bahkan setelah kejatuhan Lusifer, Roh Nubuat sudah mengidentifikasikan siapa makhluk tertinggi yang ketiga itu:

Adalah Gabriel, malaikat yang berpangkat (tertinggi) di samping Anak Allah, yang datang dengan pesan Ilahi kepada Daniel.” (E.G. White, DA, hal. 234).

Dari kalimat Roh Nubuat di atas, kita diberitahukan bahwa posisi tertinggi ketiga di surga, diduduki oleh seorang makhluk ciptaan, yaitu malaikat, baik sebelum dan sesudah kejatuhan Lusifer. Hal ini haruslah dimengerti dengan jelas oleh setiap umat. Bukti ini tidak boleh diabaikan. Bersikeras untuk mendasarkan doktrin kita hanya pada frase tertentu dari hasil laporan seseorang yang tidak ditunjang oleh semua tulisan Ny. White, adalah bukti kekerasan hati untuk mempertahankan teori yang tak punya dasar pasti. Kalimat-kalimat di atas dikutip dari terbitan resmi yang sudah lolos pengecekan Ny. White sendiri, yang oleh Gereja Advent mula-mula dipercayai, dan tidak diambil dari kalimat-kalimat yang diterbitkan sesudah beliau meninggal. Di lain pihak, kalimat-kalimat yang baru terbit sesudah kematian beliau haruslah diteliti dengan cermat dengan cara membandingkan dengan cetakan resmi beliau. Inilah cara yang paling aman untuk mendapatkan kebenaran. Hindari penggunaan kalimat tertentu saja sebab kalimat itu tampaknya cocok dengan ide kita, sementara kita tidak menghiraukan banyak tulisan lain yang menerangkan dengan jelas maksud penulisnya. Doa kita bahwa mereka yang ingin mengikuti nasihat Roh Nubuat, agar mengindahkan himbauan ini.

DivineBeings.png