Ada Berapa Makhluk Ilahi?

Lampiran II

Ada Berapa Makhluk Ilahi?

Sumber: “Putting The Pieces Together” oleh Pdt. Nader Mansour
www.revelation1412.org

Terjemahan bebas oleh: Yolanda Kalalo-Lawton


Alkitab dan Roh Nubuat sangat tegas menyatakan pada kita bahwa hanya ada dua Makhluk yang patut disembah dan dipuji. Tidak pernah disebutkan bahwa kita harus menyembah tiga makhluk. Berikut bukti-bukti kesaksian yang jelas:

Alkitab

“(23) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

(24) Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Yohanes 4:23,24.

“(35) Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" (38) Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.” Yohanes 9:35,38.

“Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.” Yohanes 5:23.

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Yohanes 14:1

“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Wahyu 5:13.

Ayat di atas menunjukkan suasana di sekitar makhluk hidup yang ada di surga dan di bumi. Semua makhluk hidup memberi kehormatan dan penyembahan tertinggi  kepada dua Makhluk Ilahi, yaitu Bapa (Dia yang duduk di atas takhta) dan Anak (Domba). Ayat berikutnya (ayat 14) mengatakan bahwa tindakan penyembahan ini sudah selesai (Amin) tanpa menyebutkan makhluk lain di samping Kedua Makhluk Ilahi tersebut. Jelas bahwa semua makhluk hidup di surga (malaikat-malaikat) tahu siapa yang harus disembah dan siapa yang tidak boleh mereka sembah.

“Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.” Wahyu 5:14.

Perhatikan bahwa tindakan penyembahan kepada Bapa dan Anak (ayat 13) adalah tindakan penghormatan tertinggi kepada Bapa (Dia yang hidup selama-lamanya). Penghormatan kepada Anak adalah sama dengan penghormatan dan kemuliaan tertinggi kepada Bapa juga.

“(10) Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Filipi 2:10-11.

Hal ini  teradi sebab Bapa adalah sumber dari semua makhluk hidup di seluruh alam semesta. Seluruh keluarga baik di surga dan di bumi dinamai dengan nama Bapa:

“(14) Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, (15) yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.” Efesus 3:14-15 (Diterjemahkan dari KJV).

Di manapun dalam Alkitab tidak pernah tertulis bahwa kita harus menyembah Roh Kudus atau menyembah tiga makhluk. Alkitab hanya menulis bahwa kita harus menyembah satu Allah, yaitu Bapa (1 Korintus 8:6), yang disembah melalui Anak-Nya Yesus yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada Allah yang Esa itu (Yohanes 14:6). Dengan demikian, kita memenuhi perintah Tuhan kita yang tertulis dalam Yohanes 5:23. Kita tidak boleh berkesimpulan bahwa Utusan Tuhan - Ny. White bertentangan dengan kesaksian Alkitab di atas, yang tertulis dengan sangat jelas.

Roh Nubuat

Di surga, sebelum peperangan, sebelum manusia diciptakan:

“Anak Allah bersama-sama menduduki takhta Bapa, dan kemuliaan dari Yang kekal, Yang Esa, Yang ada dengan sendirinya itu mengelilingi keduanya. …Sebelum penghuni surga berkumpul, Raja itu mengumumkan bahwa tidak ada seorangpun selain Kristus, Anak lahir yang tunggal Allah itu, yang dapat sepenuhnya memasuki tujuan-tujuan-Nya, dan kepada-Nya telah diberi kepercayaan untuk melaksanakan rencana yang besar dari kehendak-Nya. Anak Allah telah terlibat dalam kehendak Bapa dalam menciptakan semua penghuni surga dan kepada Dia, sama seperti kepada Allah, penghormatan dan kesetiaan mereka patut ditujukan.”  (E.G. White, Patriarchs and Prophets, Hal. 36)

“Kristus Firman itu, satu-satunya Yang Dilahirkan Allah, adalah satu dengan Bapa kekal, --satu dalam kodrat/hakikat, dalam karakter, dan dalam tujuan, --satu-satunya makhluk di seluruh alam semesta yang dapat memasuki semua perundingan dan rencana-rencana Allah.” (The Great Controversy hal. 493).

(Perhatikan: Tidak ada seorang makhluk lain di seluruh alam semesta ini, yang dapat menjadi bagian dari dewan Allah selain Anak-Nya!).

“Sebelum fondasi-fondasi bumi diletakkan, Bapa dan Anak telah bersatu dalam satu perjanjian untuk menebus manusia jika dia (manusia) harus dikalahkan oleh Setan. Mereka telah bergenggaman tangan dalam satu ikrar khidmat bahwa Kristus harus menjadi jaminan bagi umat manusia.” (E.G. White, The Desire of Ages, Hal. 834).

“Lusifer di surga, sebelum pemberontakkannya, adalah seorang malaikat yang tinggi dan dimuliakan, yang terhormat setelah Anak Allah yang kekasih.” E.G. White, The Story of Redemption, Hal. 15).

Di Surga, waktu perang sedang berlangsung (tidak ada perubahan):

“Ketika Setan merasa tidak puas di surga, dia tidak meletakkan keluhannya pada Allah dan Kristus; tapi dia pergi di antara malaikat-malaikat yang mengira bahwa dia sempurna dan melukiskan bahwa Allah telah berlaku tidak adil padanya dengan melebihkan Kristus dari dirinya.” (E.G. White, Testimonies volume 5, hal. 291).

“Setan punya simpatisan-simpatisan di surga, dan mengambil jumlah besar malaikat-malaikat bersamanya. Allah dan Kristus dan malaikat-malaikat surgawi berada di satu pihak, dan Setan di pihak lain. Kendati kuasa tak terhingga dan keagungan Allah dan Kristus, malaikat-malaikat itu menjadi tidak puas. Tuduhan-tuduhan Setan berpengaruh, dan mereka benar-benar percaya bahwa Bapa dan Anak adalah musuh mereka dan Setan adalah pembela mereka.” (E.G. White, Testimonies Volume 3, hal. 328).

“Setan bekerja dengan segala cara yang memungkinkan untuk keluar sebagai pemenang untuk berdiri pada tempat tertinggi di pelataran surgawi. Betapa licik rancangannya untuk memenangkan pertandingan! Dia menggunakan segala tipu daya yang licik dan cara untuk mendapatkan ilmu melawan Allah dan Anak-Nya Yesus Kristus.” (E.G. White, Battle Creek Letters, hal. 128).

“Setan dalam pemberontakannya, mengambil sepertiga dari malaikat-malaikat. Mereka berbalik dari Bapa dan Anak-Nya, dan bersatu dengan penghasut pemberontakan.” (E.G. White, Testimonies Volume 3, hal. 115).

Di bumi, sesudah perang, sebelum kejatuhan manusia (tidak ada perubahan):

“Pasangan kudus (Adam & Hawa) bersatu dengan mereka (para malaikat) dan mengangkat suara mereka dalam lagu-lagu kasih, pujian, dan pemujaan pada Bapa dan Anak-Nya yang kekasih untuk tanda kasih yang mengelilingi mereka.” (E.G. White, The Story of Redemption Hal. 22).

“Adam dan Hawa memastikan para malaikat bahwa mereka tidak akan pernah melanggar perintah yang datang langsung dari Allah; sebab merupakan kesenangan tertinggi mereka untuk melakukan kehendak-Nya. Para malaikat bersatu dengan mereka dalam alunan musik yang harmonis; dan selagi lagu-lagu mereka berkumandang di Eden yang penuh kebahagiaan itu, Setan mendengar pemujaan penuh gembira mereka kepada Bapa dan Anak.” (E.G. White, Signs of the Times, 16 Januari 1879 par. 22).

“Dengan minat yang kuat, seluruh alam semesta mengamati pertentangan yang akan menentukan posisi Adam dan Hawa. Betapa penuh perhatian para malaikat mendengarkan kata-kata Setan (…) Mereka bertanya pada diri mereka sendiri, akankah pasangan suci itu memindahkan kepercayaan dan kasih mereka dari Bapa dan Anak kepada Setan? Akankah mereka terima kebohongan Setan sebagai kebenaran?” (E.G. White, Signs of the Times, 12 Mei 1890 par. 2).

Di bumi, setelah kejatuhan (tidak ada perubahan):

 “Tetapi dalam pelanggaran manusia, keduanya--Bapa dan Anak dipermalukan.” (Signs of the Times, 12 Desember 1895 par. 7).

Bapa tidak dapat meniadakan atau mengganti satu anjuran hukum-Nya untuk bertemu dengan manusia dalam kondisinya yang jatuh. Tapi Anak Allah, yang telah bersatu dengan Bapa menciptakan manusia, sanggup melakukan perdamaian bagi manusia yang dapat diterima oleh Allah, dengan memberikan hidup-Nya sebagai korban, dan menanggung murka Bapa-Nya. Para malaikat memberitahu Adam bahwa, sementara pelanggarannya telah membawa kematian dan celaka, hidup dan kekekalan akan dapat dilihat melalui pengorbanan Yesus Kristus.” (E.G. White, The Spirit of Prophecy Volume 1, Hal. 50).

“Keluarga manusia menyebabkan Allah dan Anak-Nya Yesus Kristus membayar suatu harga yang tak terhingga.” (E.G. White, Testimonies on Education, hal. 21).

“Tidak ada seorangpun, bahkan malaikat yang tertinggipun, yang dapat menduga harga yang besar itu; hal itu hanya diketahui oleh Bapa dan Anak.” (E.G. White, The Bible Echo, 28 Oktober 1895 par. 4).

Bapa dan Anak berikrar untuk memenuhi persyaratan dari perjanjian kekal itu.” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 14 Juni 1900 par. 5).

Perhatikan, perjanjian kekal itu hanya dibuat di antara dua makhluk: Bapa dan Anak.

Di bumi, pada akhir zaman bagi umat sisa (tidak ada perubahan):

“Dalam Alkitab, setiap tugas adalah jelas. Setiap pelajaran yang diberikan adalah mudah dimengerti. Setiap pelajaran mengungkapkan kita tentang Bapa dan Anak. Firman itu sanggup membuat semua menjadi bijaksana untuk keselamatan” (E.G. White, Testimonies Volume 8, hal. 157).

Bapa, Anak, dan Lusifer telah diungkapkan dalam hubungan sebenarnya antara sesama mereka. Allah telah memberikan bukti yang jelas tentang keadilan-Nya dan kasih-Nya.” (E.G. White, Signs of the Times, 27 Agustus 1902 par. 15).

Bapa dan Anak saja yang harus ditinggikan.” (E.G. White, The Youth’s Instructor, 7 Juli 1898 par. 2).

Berdasarkan fakta-fakta kesakasian yang sudah kita pelajari, kita memiliki hubungan langsung dengan surga, dengan dua makhluk yang sama tersebut. Bukan dengan tiga makhluk Allah. Dua makhluk itulah yang telah diungkapkan pada kita untuk disembah baik di bumi dan juga di surga.

Bumi yang baru, ciptaan dipulihkan (tidak ada perubahan):

“Umat Allah sangat beruntung memiliki komunikasi terbuka dengan Bapa dan Anak.” (E. G. White, The Great Conntroversy, Hal. 676).

“Dalam tanganmu akan diletakkan kecapi emas, dan dengan menyentuh tali-talinya, kamu akan bergabung dengan umat-umat tebusan, memenuhi segenap surga dengan lagu-lagu pujian kepada Allah dan Anak-Nya.” (E.G. White, Australasian Union Conference Record, 15 Januari 1903 par. 14).

“Dan tahun-tahun kekekalan berganti, akan membawa lebih banyak dan masih banyak lagi pengetahuan-pengetahuan yang mulia tentang Allah dan tentang Kristus.” (E.G. White, The Great Controversy, Hal. 678).

Surga adalah pendekatan yang tak henti-hentinya kepada Allah melalui Kristus. Lebih lama kita berada dalam kebahagiaan surga, lebih banyak dan masih banyak lagi kemuliaan yang akan terbuka bagi kita; dan lebih banyak yang kita ketahui tentang Allah, lebih hebat lagi kebahagiaan kita.” (E.G. White, The Desire of Ages, Hal. 331).

“Tak ada yang diutarakan tentang apa yang telah mereka lakukan atau derita; tapi beban dari setiap nyanyian, kunci nada dari setiap lagu, adalah, Keselamatan bagi Allah kita dan bagi Anak Domba.” (E.G. White, The Spirit of Prophecy Volume 4, hal. 480).

“Semua umat suci yang ditebus akan melihat dan menghargai seperti yang belum pernah dilakukan sebelumnya, kasih Bapa dan Anak, dan lagu-lagu pujian akan memancar keluar dari lidah-lidah kekal. Dia mengasihi kita, Dia telah memberikan hidup-Nya bagi kita. Dengan tubuh yang dimuliakan, dengan kemampuan-kemampuan yang dipertambahkan, dengan hati yang dimurnikan, dengan bibir yang tidak bernoda, kita akan menyanyi tentang betapa kayanya kasih penebusan itu.”  (E.G. White, That I May Know Him, Hal. 371).

“Surga dan bumi akan bersatu dalam pujian, dari “Sabat berganti Sabat” (Yesaya 66:23) bangsa-bangsa yang diselamatkan akan sujud dalam penyembahan penuh kegembiraan kepada Bapa dan Anak Domba.” (E.G. White, The Desire of Ages, Hal. 770).

“Tahun-tahun akan berganti dalam kegembiraan. Suasana dimana bintang-bintang fajar akan menyanyi bersama, dan anak-anak Allah akan bersorak kegirangan, sementara Allah dan Kristus akan bersatu dalam memproklamirkan, “Tidak akan ada lagi dosa, tidak akan ada lagi kematian.” (E.G. White, Child Guidance, Hal. 568).

Oh, semoga tidak ada pembaca yang akan hilang ketika hari itu tiba! Tidak ada lagi dosa, tidak ada lagi penipuan, tidak ada lagi kegelapan. Kita akan berdiri di hadapan Bapa kita dan Anak-Nya untuk mendengarkan proklamasi itu. Terpujilah nama-Nya yang kudus!  

PENUTUP 

Materi yang disampaikan di sini, walau tidak secara mendalam, berguna untuk mendemonstrasikan bukti-bukti bahwa kalimat-kalimat yang “sulit” dari Ny. White secara pasti dapat diharmoniskan satu dengan lainnya, dan tidak ada ajaran beliau yang berlawanan. Hal ini dapat mungkin dilakukan jika kita mengikuti rekomendasi beliau sendiri, yaitu menggunakan kunci yang sama dalam penafsiran tulisan-tulisan beliau. “Kesaksian-kesaksian itu sendiri akan menjadi kunci yang akan menerangkan ajaran-ajaran yang diberikan, sebagaimana Kitab Suci diterangkan oleh Kitab Suci.” (E.G.White, Selected Messages Book 1, Hal. 42).

Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa kalimat lain yang “sulit” yang ditulis oleh beliau tidak dapat diharmoniskan dengan menggunakan aturan atau kunci yang sama. Mungkin ada kutipan-kutipan lain lagi yang akan ditambahkan dalam tulisan ini pada edisi mendatang, tapi untuk saat ini, sudah cukup bukti untuk meyakinkan mereka yang dengan jujur bergumul untuk mengharmoniskan kalimat-kalimat yang dibahas dalam tulisan ini.

Adalah tugas pribadi dari masing-masing kita untuk membuat keputusan berdasarkan beratnya tanda bukti, walaupun memang banyak kalimat yang “tampaknya” bertentangan dan menumbuhkan ketidakpercayaan. “Allah tidak bermaksud untuk mengangkat semua penyebab ketidakpercayaan. Dia memberikan tanda bukti yang harus diselidiki dengan cermat dengan pikiran yang penuh kerendahan dan roh yang mau diajar, dan semua umat harus mengambil keputusan berdasarkan beratnya tanda bukti itu.” (E.G. White, Testimonies Volume 3, Hal. 255).

“Setan punya kemampuan untuk menyarankan keraguan dan memperalat bantahan-bantahan atas kesaksian jelas yang dikirim Allah, dan banyak umat berpikir hal itu adalah sesuatu yang baik, suatu tanda kepintaran dalam diri mereka, tidak percaya, mempertanyakan dan berdalih.  …Allah memberikan tanda bukti yang cukup bagi pikiran yang jujur untuk percaya; tapi dia yang berbalik dari beratnya tanda bukti sebab ada hal-hal yang tidak dapat dia jelaskan dalam pengertiannya yang terbatas itu, akan dibiarkan dalam kedinginan, suasana dingin dari ketidakpercayaan dan keraguan yang dipertanyakan, akan membuat imannya karam.” (E.G. White, Testimonies Volume 5, Hal. 675-676).

Kata-kata amaran:

“Kamu yang telah mengajar dirimu dan orang lain dalam roh mengeritik dan menuduh, ingat bahwa kamu sedang meniru contoh dari Setan. Apabila cocok dengan maksudmu, kamu memperlakukan kesaksian Roh Nubuat seakan-akan kamu mempercayainya, mengutip darinya untuk memperkuat kalimat apa saja yang ingin kamu sampaikan. Tapi bagaimana jika terang itu diberikan untuk mengoreksi kesalahanmu? Apakah kamu menerima terang itu? Ketika pernyataan dari kesaksian berlawanan dengan ide-idemu, kamu menunjukkan ketidakpedulian.” (E. G. White, Selected Messages Book 1, Hal. 42-43).

Sesungguhnya, terang dari kesaksian Roh Nubuat telah diberikan di sini untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang saat ini begitu populer. Pembaca yang baik, apakah anda akan menerima terang ini? Kebenaran, setelah melalui berbagai perlawanan, adalah tetap benar.