Sabat Lunar & Ensiklopedi Yahudi

Sabat Lunar Dan Ensiklopedi Yahudi

Terjemahan bebas oleh: Yolanda Kalalo-Lawton www.agapekasih.org
Sumber: www.revelation1412 oleh Pdt. N. Mansour

 

Membutktikan Kebenaran Sumber Ajaran Sabat Lunar

Ensiklopedia Yahudi menerangkan alasan-alasan mengapa terdapat tindakan-tindakan untuk mencoba menghubungkan hari Sabat dengan perputaran bulan.  Siapa saja yang membaca judul-judul yang tertulis dalam Ensiklopedi tersebut dapat menyadari bahwa ini hanyalah anjuran alternatif dari bukti Alkitab tentang hari Sabat. Perhatikan:

“Kemungkinan Asal Mula Lunar.

Pandangan Kritis:

Asal mula hari Sabat, juga arti sebenarnya dari nama itu, tidaklah pasti.”  The Jewish Encylepedia, Artikel: Sabbath

(http://www.jewishencyclopedia.com/articles/12962-sabbath#anchor10)

Dengan bebas mereka sendiri mengakui bahwa asal mula Sabat Lunar hanya digambarkan dengan kata “kemungkinan.” Asal mula yang sebenarnya dan mutlak “tidak pasti.”  Inilah sebabnya kalimat di atas tertulis di bawah sub-judul “Pandangan Kritis”.  Pandangan kritis tidak mengakui ajaran Alkitab tentang asal mula hari Sabat Alkitab. Pandangan kritis hanya memberi pandangan alternatif berasal dari pikiran manusia dan bukan menggunakan pandangan Ilahi.  Hal ini lebih jelas lagi dengan kata-kata berikut:

Kemungkinan Sabat pada mulanya berhubungan dalam berbagai cara dengan kultus bulan, seperti yang ditunjukkan dari seringnya Sabat disebut bersamaan dengan perayaan-perayaan bulan baru dalam kalimat yang sama.” Sumber yang sama (Ibid).

Sekali lagi kita perhatikan bagaimana ide ini hanya sekedar perkiraan, terbukti dengan penggunaan kata “kemungkinan.”  Mungkin anda berpikir mengapa artikel Yahudi tentang Sabat mempersembahkan ide alternatif yang tidak Alkitabiah? Jawabannya singkat saja:  Ensiklopedi Yahudi ini mencoba menyampaikan beberapa pandangan manusia, dan tidak semua adalah Alkitabiah.  Hal ini adalah pengakuan mereka dalam “Kata Pengantar” ensiklopedi tersebut. Yang pasti, kita harus berhati-hati menggunakan sumber di luar Alkitab sebagai dasar dari doktrin kita sebab sumber non-Alkitab hanya akan menuntun kita kepada teori yang salah. Pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita ialah: apa arti dari pandangan kritis dan darimana asalnya?

Sumber Ajaran Sabat Lunar

Pada Kata Pengantar dari Ensiklopedi Yahudi ini, kita dapati keterangan dari pandangan kritis:

“Ada banyak yang berpaut pada inspirasi secara harafiah, sementara yang lain menolak pandangan ini dan berpandangan bahwa keadaan-keadaan dimana bermacam pasal yang dihasilkan dapat diperjelas dengan apa yang dikenal dengan kritik lebih tinggi (Higher Criticism).  Tampaknya lebih tepat jika kedua pandangan ini dibedakan dengan jelas, dengan menambahkan dalam paragraf terpisah data aktual dari ayat Masoretik (ahli Taurat Yahudi yang hidup sekitar abad 6-10–penerjemah) dan pandangan-pandangan kritis tentang mereka.   … Rencana ini digunakan untuk menafsirkan pasal-pasal Alkitab yang lebih penting di bawah tiga judul (a) Data Alkitabiah, diberikan, tanpa komentar atau memisahkan “sumber,” kalimat-kalimat dari naskah; (b) Literatur Kerabian, ditambahkan dengan menempatkan tafsiran terhadap fakta-fakta Alkitab oleh Talmud, Midrash, dan literatur Yahudi moderen; (c) Pandangan kritis, menyatakan dengan ringkas pendapat-pendapat yang dipercayai oleh apa yang disebut Kritik Lebih Tinggi sebagai sumber dan keabsahan dari kalimat-kalimat Alkitab.” The Jewish Encyclopedia, Kata Pengantar:(http://www.jewishencyclopedia.com/preface.jsp#12)

Pengakuan di atas adalah ungkapan jelas bahwa teori Sabat Lunar didasarkan pada higher criticism atau kritik lebih tinggi; yang tidak lebih dari pandangan kritis manusia saja. Hal ini memberi wawasan bagi kita akan berbagai variasi artikel dan kutipan yang tampak dalam ensiklopedi ini, yang menghubungkan Sabat Alkitab dengan Sabat lunar/perputaran bulan.  Jadi, “bukti” yang sering digunakan oleh para penganut Sabat Lunar ternyata hanya pendapat kritis dari para pengeritik karena pendidikan tinggi mereka. Mereka menggunakan higher criticism ini untuk meniadakan bukti-bukti tertulis dalam Alkitab. Dimana pandangan ini tidak didasarkan oleh bukti-bukti jelas, makanya penulisannya disertai dengan ungkapan-ungkapan seperti “kemungkinan” atau “tidak pasti” dan lain-lain, yang hanya merupakan tebakan dan dugaan semata.

Untuk memahami dengan jelas sumber-sumber yang juga dipertanyakan ini, kita harus mengerti apa higher criticism (Kritik lebih tinggi) dan hubungannya dengan Alkitab. Sesuai dengan kutipan di atas, kita dapati bahwa higher criticism bukan berdasarkan bukti jelas Alkitab, tapi berdasarkan kritikan dari para pengeritik saja. Aspeknya harus kita selidiki secara seksama.

Kritik Lebih Tinggi (Higher Criticism) vs Alkitab

Kritik Lebih Tinggi adalah satu sistim analisa Alkitab dan tafsiran yang didasarkan oleh asumsi bahwa Alkitab adalah kumpulan dongeng dan legenda yang dikelompokkan dalam buku-buku.  Tafsiran-tafsiran ini berakar dari penolakan akan Kitab Suci sebagai inspirasi Ilahi. Sistim ini hanya usaha manusia untuk menerangkan kebenaran Alktiab.  Mereka menggunakan rasional dan preposisi naturalistik (proses alamiah) untuk mencapai kesimpulan mereka, dan menyampaikan sebagai dasar kebenaran.  Umat yang percaya pada Alkitab sering mendapati bahwa kesimpulan dari Kritik Lebih Tinggi ini tidak dapat diterima dan bahkan menganggapnya sebagai ajaran sesat. Secara singkat, Kritik Lebih Tinggi tidak mengakui bahwa Alkitab adalah pengetahuan yang diinspirasikan Allah, dan menggunakan jalur alternatif untuk menerangkan kebenaran dengan menggunakan proses alam seperti teori evolusi dan mengaplikasikan teori evolusi yang tidak ber-Tuhan itu ke dalam Kitab Suci. Oleh sebab itu, Higher Criticism (Kritik Lebih Tinggi) hanya teori alamiah manusia yang diinspirasikan oleh Satan.

Dalam buku “The Hoax of Higher Criticism (Tipuan dari Kritik Lebih Tinggi)” Dr. Gary North mendemonstrasikan bahwa para pelopor “Kritik Lebih Tinggi” tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dia kemudian menunjukan bahwa dua hal yang paling sukses menyerang Kekristenan di zaman moderen ini adalah Kritik Lebih Tinggi dan Darwinisme (Teori Evolusi). Kedua teori ini berasal dari sumber yang sama yaitu: manusia sebagai makhluk sosial, hidup dalam masyarakat yang berevolusi (selalu berkembang). Kedua teori ini mengganti filsafat dari proses sejarah otonomi Alkitab tentang penciptaan, kejatuhan, penebusan dan penghakiman akhir. Berikut adalah salah satu bukti terkuat akan kesesatan teori Sabat Lunar yang hanya merupakan teori alternatif yang berdasarkan teori perkembangan alam serupa dengan teori evolusi, yang tidak berhubungan dengan ajaran penciptaan dalam Alkitab. Sebagai tambahan, para pencetus teori ini memang tidak percaya bahwa penciptaan Alkitab adalah benar!

“Pengeritik-pengeritik Lebih Tinggi yang adalah pencipta mitos tertinggi dengan menyatakan berlakunya satu set ideal yang entah bagaimana berhubungan dengan mitos Alkitabiah (seperti tipuan - tipuan). Setelah mengatakan kepada para pembacanya bahwa pasal-pasal pertama dari buku Kejadian bukanlah sejarah, tapi hanya sebagai lambang, para pengeritik tersebut mencoba meyakinkan kita akan cerita kejatuhan Adam (mereka menulis): “Tapi janganlah kita ditipu oleh bentuk sederhana dari cerita yang tertulis itu.” The Hoax of Higher Criticism, 1989, hal. 30.

Sebagai hasil dari Kritik Lebih Tinggi, penciptaan dalam Alkitab dilihat sebagai lambang saja dan bukan hal yang sebenarnya, dan Adam dan Hawa tidak lebih dari tokoh-tokoh mitos. Tidak mengherankan Hari Sabat dalam minggu penciptaan dunia tidak mereka hiraukan!

“Para pengeritik lebih tinggi menyatakan bahwa Alkitab adalah suatu pekerjaan rakitan tambal sulam yang buruk yang berisi kebohongan dan mitos, kemudian menambahkan hinaannya dengan sanggahan bahwa usaha penyanggahan mereka ini malah mengangkat pandangan kita akan Alkitab.” Sumber yang sama (Ibid), hal. 24.

 “Kritik lebih tinggi dan Evolusi.  Kritik lebih tinggi berdasarkan atas model evolusioner dari moral manusia dan sejarah manusia.” Sumber yang sama, hal. 43.

Sebagaimana tipuan dari teori evolusi adalah usaha Setan untuk menggantikan makhluk ciptaan Ilahi, demikian juga tipuan dari Sabat Lunar adalah upaya untuk menggantikan Sabat penciptaan.  Kedua tipuan ini datang dari sumber yang sama.  Tidak hanya itu, tapi mereka yang bertanggung jawab memulai pekerjaan Kritik Lebih Tinggi ini memiliki reputasi yang mengkhawatirkan.

“Doktrin Kritik Lebih Tinggi, dimulai oleh para ahli teolog Katolik Richard Simon dan Dr. Alexander Geddes di tahun 1678, yang mencabik jantung Kitab Suci dan mempertanyakan ajaran-ajaran terjelas dari sejarah dan asal-mulanya. Menurunkan derajat tulisan-tulisan Musa ke alam mitologi dan mencampakan iman ke tanah.” Walter J Veith, truth Matters, Amazing Discoveries, 2007, hal. 206.

Keterengan di atas tidak perlu komentar tambahan. Bukti-bukti ini cukup jelas menerangkan kalimat itu sendiri. Kritik Lebih Tinggi adalah topeng  tipis, yang bermaksud untuk menghancurkan Alkitab dan kebenaran Ilahi di baliknya. Usaha-usaha demikian akan gagal.  Oleh sebab itu, mereka yang berusaha mengutip kutipan yang mempromosikan Kritik Lebih Tinggi, berarti lebih mengandalkan pandangan kritis manusia.

Kami ingin mendorong anda untuk menyelidiki asal mula dan latar belakang sumber teori yang anda kutip. Kegagalan menyelidiki sendiri akan mengakibatkan kebingungan, seperti dalam kasus ini.  Banyak orang telah menaruh kepercayaan mereka pada Sabat Lunar tanpa mengetahui dari mana sumber teori ini. Sekali lagi, bukti-bukti yang digunakan untuk menyokong teori Sabat Lunar ini adalah sumber yang tidak Alkitabiah.

 “Alkitab dari para pengeritik lebih tinggi tidak mungkin sama seperti apa yang mereka katakan yaitu: Firman dari Pencipta dan Hakim alam semesta.  Sekarang, jika Alkitab tidak mengatakan apa yang diajarkannya sendiri, maka Alkitab itu adalah bohong. Jika yang jelas tersirat melalui pernyataan sopan (mereka) walau dalam bentuk tuduhan yang tidak diutarakan tentang kebohongan yang dibuat (mereka), pertanyaan selanjutnya adalah: Siapakah penipu yang sebenarnya, Allah atau pengertik lebih tinggi? Tidak diragukan lagi dalam pikiran kita: bahwa pengeritik tulisan Alkitab-lah yang merupakan pencipta mitos.  Kritik lebih tinggi dari tulisan Alkitab adalah tipuan. Tidak ada kata lain yang lebih pantas. Hal ini adalah penipuan, kebohongan, menolak bahwa Allah menyampaikan Kata sesuai dengan arti kata itu sendiri.” The Hoax of Higher Criticism, 1989, hal. 32, 33.


“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”

 Kolose 2:8.

Sumber-Sumber Lain

Setelah kita mempelajari arti di balik higher criticism (kritik lebih tinggi), sekarang kita dapat melihat lebih jelas apa latar belakang dan asal mula pernyataan-pernyataan dari para penganut Sabat Lunar.  Adalah penting untuk mengenali variasi sumber yang mempromosikan kritik lebih tinggi ini.  Sebagaimana dapat kita lihat dengan jelas, asal mula teori ini bukan berdasarkan Alkitab, tapi berdasarkan pemikiran para pengeritik saja.  Informasi ini diakui oleh sumber-sumber yang sama yang mereka sendiri gunakan untuk membela teori Sabat Lunar!  Perhatikan beberapa contoh berikut:

“Bulan baru masih, dan Sabat pada mulanya adalah, bergantung kepada perputaran bulan…..Pada mulanya, bulan baru dirayakan dengan cara yang sama seperti Sabat; lama-kelamaan menjadi kurang penting sementara Sabat semakin menjadi sebagai suatu hari keagamaan dan kemanusiaan, untuk meditasi agama dan instruksi, untuk kedamaian dan kesenangan jiwa.” Universal Jewish Encyclopedia, “Holidays,” hal. 410.

“Dengan pentingnya perkembangan Sabat sebagai suatu hari penyucian dan penekanannya terletak pada angka penting yaitu angka tujuh, minggu menjadi semakin terpisah dari koneksinya dengan bulan…” Universal Jewish Encylopedia, Vol. X, “Week,” hal. 482.

 “Minggu-tujuh hari berhubungan dengan bulan-lunar, dimana, kira-kira, 1/4.  Empat bagian dari satu bulan terbukti digunakan oleh bangsa Ibrani dan bngsa-bangsa kuno yang lain; tapi tidak jelas apakah ini dimulai di antara bangsa yang pertama (Ibrani).  Tidak perlu asumsi, tapi, ini berasal dari bangsa Babel, sebab sama besar kemungkinan bahwa perayaan-perayaan dari empat tahap bulan secara spontan dan bebas telah menuntun bangsa Nomaden Ibrani menerapkan sistim pembagian jangka waktu antara bulan baru yang satu dengan yang berikutnya ke dalam empat kelompok yang terdiri dari tujuh hari dalam setiap kelompok.” www.jewishencyclopedia.com, “Week”.

Sebagaiamana yang dapat kita lihat, mereka yang mengutip teori ini hanyalah meniru pernyataan dari kritik lebih tinggi. Tipuan ini, lahir dari dalam pikiran yang sama dengan pemikir teori Evolusi, dan kemudian menyusup dalam berbagai materi, siap dipercaya oleh mereka yang tidak mengenal apa sebenarnya teori ini. Sumber materi yang terpenting yang sering mereka gunakan adalah Universal Jewish Encyclopedia yang mempromosi teori Sabat Lunar ini tanpa memberikan bukti-bukti dan tanpa mengatakan darimana sebenarnya sumber dari teori ini.  Sebaliknya, Jewish Encyclopedia mengakui bahwa teori ini hanyalah pandangan dari para pengeritik lebih tinggi!

Kesamaan pikiran dalam semua sumber materi ini adalah bukti nyata bahwa mereka hanyalah meniru apa yang dinyatakan oleh para pengeritik lebih tinggi.  Inilah sumber sebenarnya dari teori Sabat Lunar. Betapa sedihnya bahwa banyak orang tertipu sebab kurangnya penyelidikan pribadi, dan dengan mudah mempercayai hal yang tidak Alkitabiah sebagai Alkitabiah!

Kritikan Lebih Tinggi dan Roh Nubuat

Untuk kepentingan mereka yang percaya pada Roh Nubuat, kami ingin mengutip beberapa kutipan yang berhubungan dengan kritikan lebih tinggi.  Kita telah mempelajari asal mulanya.  Berikut, sangat menarik untuk diperhatikan bagaimana perbedaan yang diberikan antara Alkitab dan kritik lebih tinggi dalam kutipan-kutipan Roh Nubuat:

“Bahkan pelajaran Alkitab, yang terlalu sering dilakukan di sekolah-sekolah, sedang merampoki dunia dari harta yang tak terhingga nilainya (yaitu) firman Allah. Hasil pekerjaan dari “kritik lebih tinggi,” dalam pembedahan, spekulasi, rekonstruksi, hanyalah merusak iman akan Alkitab sebagai wahyu Ilahi; hal ini adalah merampok firman Allah dalam kuasa untuk mengontrol, mengangkat, dan menginspirasikan kehidupan manusia.”  Education, hal. 227.

“Apa kondisi dunia saat ini? Bukankah iman akan Alkitab secara efektif dihancurkan oleh kritik lebih tinggi dan spekulasi zaman ini sama seperti tradisi dan ke-rabi-an di zaman Kristus?” Ministry of Healing, hal. 142.

“Satu atau dua hari kemudian, seseorang memberi sebuah pamflet kepada penatua Starr yang berisi khotbah dari seorang pendeta berpengaruh, pengikut Wesley, yang dibawakan di konferensi yang baru diselenggarakan di Dunedin, dimana dia membela “kritik lebih tinggi” yang dihadiri oleh banyak orang-orang dari Napier.  Kami heran melihat bagaimana jauhnya saudara-saudara kita dipengaruhi oleh kesalahan ini. Kami melihat makin jelas, bahwa, (dari) semua pekerjaan kami, Alkitab-lah yang harus dimuliakan, dan umat-umat kita harus mengetahui kebijakan dan kuasa yang ada dalam Firman Allah.” Bible Echo, 1 Juni, 1893, hal. 13.

“Setan memiliki pendidikan tertinggi yang dapat diraihnya. Pendidikan ini didapatinya dari Guru dari semua Guru yang terbesar. Ketika manusia membicarakan tentang kritikan lebih tinggi; ketika mereka menggunakan perhitungan mereka di atas Firman Allah, alihkan perhatian mereka kepada fakta yang telah mereka lupakan, yaitu siapa pengeritik pertama dan paling bijaksana. Dia telah memiliki ribuan tahun pengalaman praktis. Dialah yang mengajarkan mereka yang mengaku sebagai pengeritik-pengeritik lebih tinggi dunia saat ini.  Allah akan menghukum semua, yang, seperti pengeritik-pengeritik lebih tinggi ini, memuliakan diri mereka sendiri, dan mengeritik Firman Allah yang kudus.”  Bible Echo, 1 February, 1897, par. 9.

“Seperti pada zaman para rasul, manusia menggunakan tradisi dan filsafat untuk menghancurkan iman dalam Kitab Suci, demikian juga saat ini, melalui sentimen yang tampak menyenangkan dari kritik lebih tinggi, evolusi, spiritualisme, teosofi, panteisme, musuh kebenaran itu sedang berusaha menuntun jiwa-jiwa ke dalam jalur-jalur terlarang.” Acts of the Apostles, hal. 474.

Perhatikan bahwa kritik lebih tinggi ini oleh Roh Nubuat, diklasifikasikan dengan teori evolusi dan spiritualisme! Bukan itu saja, tapi Setan adalah gurunya! Di bawah bimbingan Setan, para pengeritik-pengeritik ini duduk menghakimi Firman Allah, menciptakan ide-ide ganjil dan luar biasa, yang digunakan sebagai ajaran dasar Sabat Lunar. Bahkan fakta ini dinyatakan oleh sumber yang sama dimana kutipan-kutipan teori ini berasal. Ini adalah tragedi ironis! Tapi, ajaran bohong yang berasal dari Setan ini telah berhasil merampok iman banyak orang. Ingat perumpamaan Yesus tentang gandum dan jerami? Tidak mengherankan bahwa Roh Nubuat mengutuk teori kritik lebih tinggi ini. Sangat tidak mungkin bagi kita yang percaya pada Roh Nubuat untuk mempercayai teori yang dasarnya bersumber dari kritik lebih tinggi sebab kedua teori ini sangat bertolak belakang. Mereka tidak menghiraukan Alkitab sebagai sumber akurat, kritik lebih tinggi hanya dapat menarik kesimpulan dengan mengumpulkan ide kemungkinan-kemungkinan.

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” 1 Timotius 4:1.

 Sabat Yang Benar

Berlawanan dengan pandangan kritik lebih tinggi, Sabat tidak berdasarkan pada perputaran bulan. Sabat yang benar tetap sama sejak minggu pertama penciptaan yang terdapat dalam Kejadian 1-3.  Kejadian ini adalah nyata dan benar-benar terjadi, jauh dari ide mitologi dan kiasan seperti saran dari kritik lebih tinggi. Mereka yang berusaha untuk menyatukan kritik lebih tinggi (Sabat Lunar) dengan ajaran Alkitab (Sabat penciptaan) sedang melakukan ketidakmungkinan. Persatuan ini hanya dapat dicapai dengan memutarbalikan Kitab Suci dan mengabaikan bukti-bukti yang jelas. Tapi sayangnya, inilah yang sedang terjadi pada mereka yang percaya pada kebohongan ini.

 “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” Kejadian 2:2-3.

 “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” Keluaran 20:8-11.

Inilah sejarah dan asal mula Sabat yang akurat sesuai apa yang jelas tertulis dalam Alkitab. Allah tidak pernah memberikan indikasi tentang hubungan Sabat-Nya dengan perputaran bulan.  Hukum keempat begitu sederhana dan jelas bahkan seorang anak kecilpun dengan mudah dapat mengerti. Sabat sesuai Alkitab telah dipelihara oleh Allah sejak minggu pertama kejadian sampai zaman kita sekarang dan pengetahuan tentang hal ini tidak pernah hilang. Bahkan bangsa Yahudi moderen adalah saksi hidup yang menyatakan kebohongan dari Sabat Lunar yang berasal dari kritik lebih tinggi.

Hanya Alkitablah yang dapat membuktikan kepada kita dengan akurat akan sejarah Hari Sabat. Menyimpang dari ajaran Alkitab yang jelas adalah kemurtadan. Hanya tipuan Setanlah yang menuntun mereka yang melupakan hari Sabat Ketujuh sementara berpikir bahwa mereka telah menemukan kebenaran di dalam ajaran Sabat Lunar.

 Kesimpulan


Kita telah melihat bahwa bukti sejarah dari Sabat Lunar hanyalah berdasarkan ide manusia.  Pandangan ini diperkenalkan oleh para pengeritik Sabat penciptaan yang memberikan alternatif lain dari Sabat penciptaan yaitu tentu saja Sabat Lunar.  Cara yang tampaknya bijak ini, bermaksud untuk menhancurkan hukum keempat. Jadi, kami memohon dan menghimbau mereka yang menjadikan bukti-bukti manusiawi untuk kembali kepada Alkitab dan Sabat yang Alkitabiah. Marilah kita meninggalan alam mitologi dari kritik lebih tinggi dan menetapkan Alkitab sebagai dasar iman.  Saudara-saudari, anda berdiri di atas jalur berbahaya dan musuh anda sedang bergembira sebab dia tahu di mana letaknya kebenaran itu sebenarnya.  Dalam nama Yesus, Tuhan atas hari Sabat, berbaliklah sebelum terlambat.

 

Pdt. Nader Mansour
Mei 2010
www.Revelation1412.org