Mengapa Setan Benci Yesus Sang Anak Allah
/Mengapa Setan Benci Yesus Sang Anak Allah
oleh: Yolanda Kalalo-Lawton
www.agapekasih.org
Anak Lahir vs Anak Ciptaan
Yesus adalah Anak tunggal yang secara lahiriah benar-benar lahir dari Bapa (Yoh. 3:16). Oleh kelahiranNya, Yesus mewarisi semua hakikat/sifat alamiah Bapa. Kelahiran Yesus terjadi di surga jauh sebelum segala sesuatu ada, bahkan sebelum keberadaan para malaikat. Yesus tidak hanya disebut Anak Allah saat Dia lahir di Bethlehem, sebab Yohanes 1:1 menjabarkan tentang silsilah Yesus yang sudah sejak semula, Yesus adalah Firman yang bersama dengan Bapa. Bukan saja Firman itu bersama-sama Bapa, Dia ada di dalam Bapa sebagai buah pikiran yang kemudian lahir menjadi Firman yang hidup (1 Yoh. 1:1) yang dapat dilihat, didengar dan dijamah secara fisik. Untuk pendalaman, silahkan baca: “Kristus Dilahirkan Bukan Diciptakan”.
Sesuai hukum biologi, Yesus mewarisi Keilahian Bapa. Tidak ada makhluk Ilahi lain yang secara harafiah terlahir dari Bapa sebab Alkitab menulis bahwa Yesus adalah Anak Tunggal (Yoh 1:18, 3:16 &18; 1 Yoh 4:9; Ibr 11:17). Yesus juga adalah Anak Sulung (Pil 1:10; Kol 1:15). Kedua fakta ini yakni hakikat Keilahian dan hak kesulungan adalah hak pribadi Yesus seorang saja, yang tidak dimiliki siapapun juga.
Lusifer adalah seorang malaikat yang diciptaan oleh Anak dan Bapa. Dia tidak lahir seperti halnya sosok Yesus, dengan demikian dia tidak mewarisi hakikat/sifat alamiah atau DNA yang sama dengan Bapa dan Yesus. Malalui penciptaan, Lusifer diadopsi menjadi anak Allah. Lusifer diangkat menjadi saudara Yesus, namun karena dia lahir dilahirkan maka dia tidak mewarisi hakikat Ilahi yang sama dengan Bapa dan Yesus. Lusifer juga tidak berhak mendapatkan hak kesulungan sebab dia ada sesudah Yesus.
Tuduhan Lusifer atas Hukum Allah Bapa
Fakta bahwa Lusifer hanyalah anak ciptaan Bapa dan saudara adopsi Yesus, posisinya yang sebenarnya adalah bahwa dia wajib menghormati Yesus, Penciptanya, sama seperti dia menghormati Bapa. Di sinilah masalahnya. Dia tidak dapat menerima bahwa dia harus menhormati Yesus. Dia merasa bahwa kedudukannya sebagai anak Bapa sama saja dengan kedudukan Yesus. Yesus dan Lusifer sama-sama adalah anak Bapa. Mengapa Lusifer harus menyembah sang Kakak? Perasaan marah akan aturan Bapa dan cemburu akan kedudukan Yesus itu tumbuh di hatinya. Lusifer menuntut agar Bapa merubah hukumNya, menyamakan kedudukannya dengan Yesus. Namun Bapa tidak mungkin merubah hukumNya. Bukan saja hukum Allah berdasarkan fakta, bahwa Lusifer tidak bisa menjadi oknum Ilahi, kapasitas dan kwalitas sosoknya tidak sama dengan Bapa, hukum Bapa itu sendiri adalah karakterNya, yaitu Allah tidak berubah (Bil 2:19; Maz 102:27). Dia merasa bahwa dirinya adalah korban aturan dari Bapa. Kecongkakkannya menimbulkan sakit hati yang menjadi penyakit dalam dirinya yang segera menjalar ke seluruh pikiran, dan akhirnya menghasilkan pemberontakkan.
Musuh Pribadi—Pertentangan Antara Dua Saudara
Sejak itu Yesus--Anak sulung surga, harus menghadapi permusuhan besar yang datang dari ciptaanNya yang dikasihinya sebagai adik sendiri. Oleh karena Allah Bapa adalah kasih dan adil, Bapa harus mendemonstrasikan kepada alam semesta terutama teman-teman malaikat Lusifer bahwa hukumNya benar dan tanpa memihak.
Tempatkan diri anda sebagai orang tua yang memilliki dua anak. Si sulung adalah anak kandung yang secara biologis mewarisi darah dan sifatmu, dan si adik hanyalah anak yang diadopsi dari kehidupannya yang kurang beruntung, oleh karena prakarsa dan keikhlasan sang kakak. Sebelum si adik diadopsi, surat warisan sudah ditulis dimana semua harta keluarga adalah milik si kakak. Si adik juga tetap mendapatkan porsi pemberian sesuai keikhlasanmu sebagai orang tua yang baik. Namun, bukannya si adik berterima kasih bahwa dia sudah diadopsi, diberikan kehidupan yang layak juga sejumlah pemberian, si adik tidak puas dan menuntut orang tuanya merubah surat wasiat itu, menuntut agar posisinya ditempatkan setara dengan sang kakak, baik dalam hubungan darah dan jumlah harta warisan!
Lusifer berhasil meyakinkan rekan-rekan para malaikat sebanyak 1/3 dari jumlah malaikat di surga. Para malaikat itu ikut bersimpati dan prihatin dengan problema pribadi Lusifer. Mereka percaya akan pengeluhan Lusifer bahwa dia adalah korban ketidakadilah hukum Bapa. Para malaikat memilih membela Lusifer dan turut melibatkan diri ke dalam masalah pribadi Lusifer. Bapa dan Yesus, mencoba dengan berbagai cara untuk membuat Lusifer mengerti, tetapi benih kecemburuannya pada Yesus dibiarkannya bertumbuh dengan subur yang menghasilkan suasana pertengkaran yang tidak dapat dielakkan. Demi keamanan para penduduk surga, Lusifer diusir dari surga, dan dicampakkan ke planet bumi kita ini (Yes. 14:12-15; Wah. 12:7-9).
Yesus Adalah Manifestasi Karakter Bapa
Yesus, Anak lahir Allah Bapa adalah fotokopi Bapa (Ibr 1:3) dipenuhi kemuliaan dan kecemerlangan Bapa. Kedatangan Yesus yang pertama ke bumi kita ini telah membuktikan kepabda penduduk dunia dan kepada malaikat-malaikat surga bahwa Allah Bapa adalah adil, panjang sabar dan kasih. Yesus adalah Anak Allah yang rendah hati, walau dicaci maki oleh agen-agen Setan, Dia tidak pernah membalas atau menyalahgunakan kuasa IlahiNya untuk membela diri sendiri. Dia menuruti hukum Bapa sampai kematianpun (Fil 2:8). Semua ini menunjukkan bahwa hukum Bapa itu tidak berubah, adil—tidak pandang bulu dan dalam waktu yang sama penuh dengan roh pengorbanan diri. Sebaliknya Yesus menonjolkan karakter Lusifer, si anak ciptaan itu yang angkuh, tidak tahu berterima kasih dan pemberontak, dan membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan Lucifer bahwa hukum Bapa itu sukar dituruti dan tidak adil hanyalah refleksi dari karakternya yang cinta diri.
Sekarang anda dapat membayangkan betapa besar kebencian Lusifer si Setan itu terhadap keputeraan Yesus. Anda mengerti mengapa agama-agama dunia terutama Islam, menyatakan bahwa Allah bukan Seorang Bapa, sebab Dia tidak melahirkan Anak dan Yesus hanyalah nabi yang tidak lebih dari nabi-nabi manusia lainnya. Mengakui Keilahian Yesus Kristus adalah dosa yang tak terampuni dalam ajaran Islam!
Untuk pendalaman baca: “Mengapa Yesus Harus Mati?”, “Mengapa Dosa Diizinkan?”, “Kristus Dilahirkan Bukan Diciptakan”, “Yesus Kristus Adalah Allah”, ”Pencobaan Dan Kejatuhan” dan buku “Kasih Allah Sedang Diadili”).
Yolanda Kalalo-Lawton
www.agapekasih.org
19 September 2026
